banner 728x250

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Timor Turun Ke Masyarakat Aksi Pembersihan Lingkungan di BTN Km 9 Wujudkan Kepedulian Sosial

banner 120x600
banner 468x60

Kefamenanu

 

banner 325x300

Mahasiswa tidak cukup hanya unggul dalam ruang perkuliahan, tetapi juga harus mampu menunjukkan kepedulian terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Semangat inilah yang ditunjukkan peserta Masa Bimbingan (Mabim) Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Timor (Unimor), melalui aksi pembersihan lingkungan di sejumlah titik kawasan BTN Kilometer 9, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan tersebut menyasar sejumlah lokasi, mulai dari sepanjang jalan Cabang Paman hingga Rusunawa, area sekitar SDN Kota Baru, hingga lingkungan pasar di kawasan BTN Kilometer 9.

Aksi ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan ruang publik sekaligus upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan kebersihan, aksi tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa agar mampu memahami bahwa tanggung jawab sosial merupakan bagian penting dari kehidupan akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan Mabim, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus dan kehidupan organisasi, tetapi juga didorong untuk melihat secara langsung persoalan di tengah masyarakat serta mengambil bagian dalam upaya mencari solusi melalui tindakan nyata.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Ilmu Pemerintahan, Gloria Natasya Manehat, menegaskan bahwa kegiatan pembersihan lingkungan merupakan bagian dari upaya membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa proses pendidikan tidak berhenti pada aktivitas belajar di ruang kelas. Pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi harus berjalan seiring dengan kepedulian dan keterlibatan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian Mabim, tetapi juga menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan merawat lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Mahasiswa tidak cukup hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga perlu hadir dan mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat melalui tindakan nyata, sekecil apa pun itu,” ungkap Gloria.

Ia berharap semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat terus tumbuh dan menjadi kebiasaan positif bagi mahasiswa, baik selama menempuh pendidikan di Universitas Timor maupun ketika kelak mengambil peran di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Mabim Program Studi Ilmu Pemerintahan, Marianus Menek Unsain, yang akrab disapa Macis, menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh memaknai statusnya sebatas sebagai peserta pendidikan tinggi. Mahasiswa juga dituntut memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial, kebersihan, dan kesehatan lingkungan tempat masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menurut Macis, lingkungan yang kotor bukan sekadar persoalan keindahan dan kenyamanan, tetapi juga perlu mendapat perhatian karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang beraktivitas di sekitar lingkungan sekolah.

Karena itu, pembersihan di sekitar SDN Kota Baru menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi anak-anak sekolah dasar.

Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu membangun kesadaran untuk tidak menutup mata terhadap persoalan sederhana di sekitarnya. Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan, bukan berhenti pada imbauan atau wacana semata.

Semangat tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta Mabim untuk tumbuh sebagai mahasiswa yang kritis, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Kepedulian terhadap lingkungan yang bersih dan sehat juga memiliki landasan konstitusional. Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, serta mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, di samping memperoleh pelayanan kesehatan.

Prinsip tersebut menegaskan pentingnya lingkungan yang sehat sebagai bagian dari hak masyarakat yang perlu dihormati dan dijaga bersama.

Dalam konteks ini, aksi yang dilakukan peserta Mabim Ilmu Pemerintahan Universitas Timor menjadi salah satu bentuk partisipasi mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.

Meski demikian, menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat dibebankan kepada mahasiswa atau masyarakat tertentu saja. Diperlukan kesadaran seluruh warga, pengelola fasilitas umum, serta pihak-pihak terkait untuk menjaga kebersihan secara berkelanjutan.

Aksi pembersihan dapat menjadi langkah awal, tetapi keberhasilannya akan lebih bermakna apabila diikuti kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, menjaga fasilitas umum, dan membangun kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Kegiatan pembersihan lingkungan di kawasan BTN Kilometer 9 memberikan pesan bahwa proses pembentukan mahasiswa tidak hanya berlangsung melalui diskusi, teori, dan kegiatan akademik, tetapi juga melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat.

Bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan, keterlibatan dalam persoalan lingkungan menjadi ruang pembelajaran untuk memahami hubungan antara kesadaran warga, tanggung jawab sosial, dan kepentingan bersama.

Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kepekaan terhadap persoalan publik, membangun budaya gotong royong, serta menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang mahasiswa tidak semata-mata terletak pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kemampuannya menggunakan pengetahuan, tenaga, dan pemikirannya untuk memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Sebab, mahasiswa yang benar-benar hadir di tengah masyarakat bukan hanya mereka yang mampu berbicara tentang perubahan, melainkan mereka yang bersedia mengambil bagian untuk mewujudkannya.

Penulis: Jery Manek

banner 325x300
error: Content is protected !!