banner 728x250

LKTD OSIS SMANDU DI MATA ORANG TUA DAN SISWA : Bukan Sekadar Pelatihan, tetapi Investasi Untuk Masa Depan Anak

banner 120x600
banner 468x60

Kefamenanu ,Radar Perbatasan— Setiap orang tua tentu memiliki impian besar bagi anak-anaknya. Bukan hanya ingin melihat mereka sukses dalam pendidikan, meraih nilai akademik yang baik, dan mendapatkan pekerjaan yang layak, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, mandiri, bertanggung jawab, serta mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.
Karena itu, ketika sekolah membuka ruang bagi peserta didik untuk belajar tentang kepemimpinan, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan potensi diri, dukungan orang tua menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.


Semangat inilah yang terlihat dalam apresiasi dan dukungan para orang tua terhadap kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) OSIS  SMA Negeri 2 Kefamenanu (SMANDU) yang berlangsung selama dua hari, 9–10 Oktober 2026, bertempat di Aula SMANDU Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

banner 325x300

Kegiatan yang melibatkan siswa utusan dari setiap kelas ini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk belajar lebih jauh tentang kepemimpinan, kedisiplinan, kerja sama, komunikasi, Kesehatan,Kerohanian dan tanggung jawab.

Namun, di balik kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut, ada hal yang tidak kalah penting: kebanggaan orang tua melihat anak-anak mereka memperoleh kesempatan untuk belajar, mencoba pengalaman baru, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Bagi orang tua, LKTD bukan sekadar kegiatan tambahan di sekolah. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendidikan karakter yang membantu anak memahami bahwa kehidupan membutuhkan keberanian, ketekunan, integritas, dan kemampuan bekerja bersama orang lain.

Sebab, mendidik anak bukan hanya tentang membuat mereka pintar, tetapi juga membantu mereka menjadi manusia yang mampu menghargai sesama, berani mengambil tanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Anitha Bani, SH: Kami Mendukung Penuh Kegiatan Positif bagi Anak-Anak Smandu.
Dukungan nyata datang dari Anitha Bani, SH, orang tua Salvador Mariano Lopes, salah satu peserta LKTD OSIS SMANDU Kefamenanu.
Saat ditemui di Kampung Adat Maslete, Kefamenanu, Ibu Anitha menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan bagi para siswa.

Sebagai orang tua, ia menilai kegiatan seperti ini penting karena memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan yang tidak hanya berkaitan dengan pelajaran di ruang kelas, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter dan keterampilan sosial.

“Sebagai orang tua, saya sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh atas kegiatan LKTD OSIS yang diadakan SMANDU Kefamenanu, dengan para nara sumber yang berkompeten di bidangnya masing-masing,” ungkap Anitha Bani,SH

Alumni Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira Kupang ini berharap kegiatan positif seperti LKTD terus mendapatkan perhatian dan dukungan dari seluruh elemen pendidikan.

Menurutnya, anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk mengenal potensi diri, melatih keberanian, belajar menyampaikan pendapat, serta memahami pentingnya tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

“Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, tantangan generasi muda juga semakin beragam. Mereka tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi perlu memiliki karakter yang kuat agar mampu menentukan pilihan secara bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif,”ungkap Anitha.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa, kegiatan yang mendorong pengembangan diri, kepemimpinan, dan kemampuan berkomunikasi merupakan pengalaman berharga bagi para siswa.

Bagi orang tua, melihat anak berani melangkah keluar dari zona nyaman untuk belajar dan mengembangkan diri tentu menjadi kebanggaan tersendiri.

“Anak yang hebat bukan hanya anak yang berprestasi di atas kertas, tetapi juga anak yang terus belajar menjadi pribadi yang baik, berani, mandiri, dan bertanggung jawab.”ungkap ibu dari tiga orang anak Salvador Mariano Lopes, Guilhermo Secundo Lopes dan Maria Louise Tri Lopes.

Siswa juga membutuhkan ruang untuk berlatih berbicara di depan umum, berdiskusi, bekerja dalam tim, mengembangkan kreativitas, mengenali bakat, dan belajar menghadapi tantangan secara langsung.

Kegiatan seperti pelatihan kepemimpinan, jurnalistik pelajar, Kerohanian , Kesehatan dan pengembangan organisasi dapat menjadi pilihan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa sesuai kebutuhan dan potensi mereka.

“Dengan dukungan sekolah, orang tua, dan masyarakat, berbagai kegiatan tersebut dapat membantu peserta didik mempersiapkan diri menjadi generasi yang lebih percaya diri dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,”tandas Anitha Bani.

Dua  dari puluhan  siswa SMANDU yang Mendapatkan Pengalaman Berharga
di antara para peserta LKTD, ada Salvador Mariano Lopes dan Alfa Ninu yang merasakan langsung manfaat mengikuti kegiatan tersebut.
Saat ditemui di kediamannya di Kampung Adat Maslete, Kefamenanu, keduanya mengungkapkan kegembiraan dan rasa terima kasih kepada Kepala SMAN 2 Kefamenanu, Bapak Arkadius Y. Meomanu,S.Pd beserta para guru dan panitia yang telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Bagi Mario dan Alfa pengalaman mengikuti LKTD menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan dan belajar tentang arti kepemimpinan.

Mereka pun menyampaikan terima kasih kepada para pemateri yang hebat baik dari Kejaksaan, Kesehatan,maupun dari Rohaniwan dan secara khusus kak Yudith Taolin, wartawan NTT Hits, yang memberikan materi tentang jurnalistik .

“Pengalaman ini memperlihatkan bahwa kesempatan belajar dapat membuka wawasan baru bagi kami dan Melalui materi jurnalistik, misalnya, kami dapat mengenal pentingnya menyampaikan informasi secara benar, mengembangkan kemampuan menulis, membangun keberanian bertanya, serta belajar berpikir kritis dalam menyikapi berbagai informasi’ungkap Mario yang diamini Alfa.

Lorenzo Yudith Taolin,SE wartawan NTT hits yang dihubungi via WhatsApp nya mengungkapkan kegembiraannya karena mendapatkan kesempatan dan kepercayaan untuk membawakan materi Jurnalistik bagi anak anak Smandu Kefamenanu.

“Keterampilan jurnalistik ini semakin relevan di era digital, ketika anak muda setiap hari berhadapan dengan beragam informasi melalui media sosial.

Mereka perlu belajar bukan hanya bagaimana menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana menggunakannya secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif”ungkap Yudith.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa Dari kegiatan seperti inilah minat terhadap dunia literasi dapat mulai tumbuh. Siapa tahu, pengalaman tersebut menjadi langkah awal bagi lahirnya penulis muda, jurnalis pelajar, pemimpin organisasi, atau generasi kreatif yang kelak memberikan kontribusi bagi daerahnya.
Ia pun mengapresiasi antusiasme para peserta yang aktif mengikuti kegiatan dan menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang diberikan.

Yudith berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi, menulis, dan berpikir kritis.

Baginya, berbagi pengalaman dengan generasi muda merupakan kesempatan untuk menumbuhkan minat terhadap dunia jurnalistik sekaligus memperkenalkan pentingnya informasi yang akurat dan bertanggung jawab.

“Dukungan terhadap literasi pelajar menjadi semakin penting karena masa depan membutuhkan generasi yang tidak hanya mampu menerima informasi, tetapi juga dapat mengolah, memeriksa, dan menyampaikannya secara benar,”ungkap Yudith.

Lebih jauh Yudith mengatakan bahwa LKTD Bukan Sekadar Acara, tetapi Langkah Awal Menyiapkan Pemimpin Masa Depan
Jika dilihat dari sudut pandang orang tua, keberhasilan sebuah kegiatan pendidikan tidak hanya diukur dari terselenggaranya acara dengan lancar, tetapi juga dari manfaat yang dibawa pulang oleh para peserta.

“Apakah anak menjadi lebih berani berbicara? Apakah mereka semakin percaya diri? Apakah mereka mulai memahami pentingnya kerja sama dan tanggung jawab? Apakah pengalaman yang diperoleh mampu mendorong mereka untuk terus belajar?Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting karena pendidikan sejatinya merupakan proses panjang yang membutuhkan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat,”tandas Yudith Taolin.

Sekolah memberikan ruang belajar dan pendampingan. Orang tua memberikan dukungan, perhatian, serta teladan di rumah. Sementara itu, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang positif agar anak-anak muda memiliki kesempatan untuk berkembang.
Ketika ketiga unsur ini berjalan bersama, generasi muda memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi pribadi yang matang, mandiri, dan siap menghadapi tantangan.
Orang tua tidak hanya berharap anak-anak mereka mendapatkan nilai yang baik, tetapi juga ingin melihat mereka tumbuh menjadi manusia yang memiliki sikap, prinsip, dan tanggung jawab.

Pesan Yudith Taolin untuk Generasi Muda: “Jangan Takut Belajar dan Jangan Berhenti Bertumbuh!Bagi para siswa SMANDU Kefamenanu, kegiatan LKTD hendaknya tidak hanya menjadi cerita tentang dua hari pelatihan di aula sekolah. Jadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk terus mengembangkan diri.

Berani berbicara bukan berarti harus selalu menang dalam perdebatan. Menjadi pemimpin bukan berarti harus memerintah orang lain. Dan menjadi orang hebat bukan berarti harus merasa lebih tinggi daripada sesama.Pemimpin sejati adalah mereka yang mampu mendengarkan, menghargai perbedaan, berani mengakui kesalahan, dan mau bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang baik.Anak muda juga perlu memahami bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Ada proses belajar, kegagalan, koreksi, dan perjuangan yang harus dilalui.

Karena itu, manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar. Aktiflah dalam kegiatan positif, kembangkan bakat yang dimiliki, bangun pertemanan yang sehat, dan jangan takut mencoba sesuatu yang baru.

Bagi para orang tua, teruslah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada anak-anak untuk bertumbuh. Bagi sekolah, teruslah membuka ruang bagi pengembangan karakter, kreativitas, dan kepemimpinan peserta didik.
Dan bagi generasi muda, ingatlah bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi cita-cita yang dimiliki, tetapi juga oleh kesungguhan dalam mempersiapkan diri sejak hari ini”,tandas Yudith Taolin.

Dari Aula SMANDU Kefamenanu, semangat kepemimpinan mulai ditanam. Dari dukungan orang tua, kepercayaan diri anak-anak terus tumbuh. Dan dari kesempatan belajar yang diberikan hari ini, harapan akan lahirnya generasi muda yang berkarakter, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab semakin terbuka.
Sebab, investasi terbaik bagi masa depan bukan hanya membangun gedung yang megah, melainkan juga membangun manusia yang memiliki pengetahuan, karakter, dan kepedulian terhadap sesama.

SMANDU bergerak, orang tua mendukung, anak muda bertumbuh. Saatnya generasi muda tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi berani mengambil bagian untuk menciptakan perubahan!

Salam pendidikan, salam literasi, dan salam generasi muda yang berani berkarya!

Vinsentius Sintu Lopes (Jurnalis).

banner 325x300
error: Content is protected !!