banner 728x250

Lembaga Les Musik Organ Gloria Kefamenanu Gelar Ujian Terbuka Tahap I Angkatan ke-11, Asah Talenta, Mental, dan Kepercayaan Diri Generasi Muda

banner 120x600
banner 468x60

Kefamenanu , Radar Perbatasan —

Lembaga Les Musik Organ Gloria Kefamenanu kembali menghadirkan sebuah momentum penuh inspirasi melalui Ujian Terbuka Tahap I Angkatan ke-11 yang dilaksanakan hari ini,Sabtu,22 Agustus 2026 di sekretariat Dam Karet Kefamenanu mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai.

banner 325x300


Kegiatan ini menjadi panggung pembuktian bagi para peserta didik untuk menunjukkan hasil pembelajaran sekaligus mengasah keberanian tampil di hadapan publik. Sebanyak empat peserta mengikuti Ujian Terbuka Tahap I, yakni Amoreiza Naihati, siswa kelas 2 SDK Marsudirini Kefamenanu; Hani Taena, siswa kelas 4 SDK 1 Kefamenanu; Chiara Bau, siswa kelas 7 SMP Xaverius Putri Kefamenanu; serta Selen Usboko, siswa kelas 9 SMP Xaverius Putri Kefamenanu.


Tidak hanya empat peserta ujian, suasana kegiatan semakin semarak karena 36 peserta Les Organ Gloria lainnya turut tampil mempersembahkan kemampuan mereka. Penampilan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan perkembangan keterampilan musik yang telah mereka pelajari.

Ujian terbuka ini juga disaksikan secara langsung oleh orang tua, sanak keluarga, kerabat, serta para kenalan peserta ujian dan peserta les. Kehadiran mereka memberikan dukungan moral sekaligus menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebanggaan bagi para siswa.

Pimpinan sekaligus instruktur Les Musik Organ Gloria Kefamenanu, Yohanes G. Amsikan,S.Fil ,M.Hum menjelaskan bahwa Ujian Terbuka Tahap I bukan sekadar kegiatan untuk menguji kemampuan memainkan alat musik, tetapi memiliki tujuan pendidikan yang lebih luas.
Pertama, kegiatan ini menjadi sarana mengevaluasi hasil belajar siswa terhadap materi yang telah dipelajari, khususnya lagu nomor 1 hingga 24 yang seluruhnya menggunakan not balok.

Kedua, ujian terbuka bertujuan mengukur kesiapan mental siswa saat tampil di hadapan umum. Kemampuan bermusik tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga keberanian, ketenangan, konsentrasi, dan kepercayaan diri.

Ketiga, kegiatan ini memberikan pengalaman tampil secara langsung sehingga para siswa terbiasa menghadapi situasi ketika kemampuan mereka disaksikan banyak orang.

Keempat, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan rasa tanggung jawab kepada para siswa bahwa kursus musik bukan sekadar hobi, melainkan sebuah proses pembelajaran serius yang dapat memberikan manfaat besar bagi perkembangan kepribadian, kedisiplinan, kreativitas, dan masa depan mereka.

“Kursus musik bukan sekadar hobi. Anak-anak perlu belajar bertanggung jawab, berani tampil, disiplin, dan terus mengembangkan kemampuan yang mereka miliki,” demikian disampaikan Yohanes G. Amsikan Alumnus Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Apresiasi juga datang dari Anitha Bani, S.H., salah satu orang tua peserta kursus, Mario Lopes dan Mey Lopes. Ia mengapresiasi keberadaan Lembaga  Organ Gloria Kefamenanu yang dinilainya memberikan ruang positif bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan keterampilan musik.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting karena bukan hanya menghasilkan anak-anak yang mampu memainkan organ, tetapi juga membuka peluang lahirnya calon-calon organis yang handal di masa depan.

Ujian Terbuka Tahap I Angkatan ke-11 akhirnya menjadi lebih dari sekadar sebuah agenda evaluasi. Ia menjadi panggung kecil tempat talenta tumbuh, keberanian ditempa, dan mimpi anak-anak Kefamenanu mulai menemukan iramanya.

Dari tuts-tuts organ yang dimainkan dengan penuh konsentrasi, tersimpan sebuah harapan: semoga setiap nada yang dipelajari hari ini menjadi bekal bagi generasi muda untuk melangkah lebih percaya diri, disiplin, kreatif, dan berprestasi di masa depan.

V.Sintu Lopes

banner 325x300
error: Content is protected !!