banner 728x250

Lebaran Tak Mandi? Curhat Pilu Warga Tanjungpinang di Tengah Kelangkaan Air

Waduk Sei Gesek Lumpuh, Jasa Antar Air Kewalahan: Dilema Baju Baru versus Air Bersih Jelang Hari Raya

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Kabar gembira menyambut Lebaran tahun ini sedikit terusik oleh sebuah kekhawatiran yang “basah-basah kering.” Di grup Facebook InfoPinang, sebuah unggahan dari akun bernama Biru Tea mendadak viral. Isinya bukan soal resep kue lapis atau model baju terbaru, melainkan jeritan hati tentang sulitnya mendapatkan setetes air bersih.

“Bisa jadi kami Lebaran berbaju baru, tapi tidak mandi,” tulis Biru Tea dengan nada getir, pada Jumat 20 Maret 2026.

banner 325x300

Keluhan ini menjadi potret nyata kondisi warga Tanjungpinang saat ini. Membeli air yang biasanya mudah, kini jadi tantangan luar biasa. Para penjual air bersih yang biasanya sigap, kini seolah “raib.” Ditelepon tak diangkat, di-WhatsApp jawabannya seragam: penuh atau sudah tidak terima orderan.

Dilema Penjual Air: Antara Orderan dan Persiapan Raya

Komentar dari warga lain, Mitra Kompor, memberikan sudut pandang berbeda. Para penyedia jasa air bukannya sengaja mengabaikan pelanggan, melainkan mereka juga manusia yang butuh persiapan hari raya.

“Mungkin hari ini bini mereka di rumah sudah minta tolong libur karena waktu sudah mepet. Angkat lemari, bersihkan halaman, hingga buang sampah pribadi pakai pikap yang biasa dipakai antar air,” tulisnya. Setelah dua bulan penuh melayani warga di tengah kemarau, para pahlawan air ini juga butuh “rebahan” menyambut kemenangan.

Namun, kendala utama sebenarnya bukan hanya soal tenaga, melainkan sumber airnya yang memang sudah menipis. Salah satu penyedia jasa, Airku, mengaku sudah satu minggu tidak bisa mengantar pesanan karena sumur-sumur tempat mereka mengambil air mulai mengering.

Hantaman Teknis: Waduk Sei Gesek Lumpuh

Penderitaan warga semakin lengkap dengan adanya pengumuman resmi dari Perumda Air Minum Tirta Kepri. Gangguan air baku di Waduk Sei Gesek menyebabkan pompa tidak dapat beroperasi.

Beberapa wilayah terdampak cukup luas, meliputi:

* Jl. Raya Tanjung Uban (arah Gesek)
* Perum Air Raja & Perum Hang Tuah
* Jl. D.I Pandjaitan & Jl. Gatot Subroto
* Jl. R.H Fisabilillah & Jl. RE Martadinata
* Kawasan Bintan Center hingga Jl. Wonosari

Pihak manajemen Tirta Kepri telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas gangguan pelayanan ini. Namun bagi warga, maaf saja tentu tidak bisa mengisi bak mandi yang kosong.

Solusi Darurat: Mandi Air Galon?

Di tengah keputusasaan, warga mulai saling memberi saran kreatif meski terasa perih di kantong.

“Kalau sesak sangat, beli air galon saja untuk mandi besok pagi. Daripada baju baru tak mandi,” saran akun Fafa Ethes Fufu.

Kini, warga Tanjungpinang hanya bisa berharap ada mukjizat sebelum takbir berkumandang. Entah itu datangnya hujan atau perbaikan teknis yang super cepat dari pemerintah daerah. Karena bagaimanapun, Lebaran tanpa kesegaran air wudu tentu terasa ada yang kurang.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!