banner 728x250

Krisis Air Bersih Melanda Lootasi Malaka Barat, Warga Minta Pemkab, Pemprov NTT dan Balai Turun Tangan

banner 120x600
banner 468x60

MALAKA — Persoalan air bersih kembali menjadi kebutuhan mendesak masyarakat di Dusun Lootasi, Desa Rabasahain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.

Memasuki musim kemarau, warga kesulitan mendapatkan air layak konsumsi karena sumber air yang selama ini diandalkan tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

banner 325x300

Kondisi tersebut mendorong masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Malaka, Pemerintah Provinsi NTT melalui dinas teknis, serta balai yang memiliki kewenangan di bidang penyediaan air bersih segera merespons dan melakukan survei untuk pembangunan sumber air baru di wilayah Dusun Lootasi.

Dua tokoh masyarakat Dusun Lootasi – Desa Rabasahain, Albertus Seran dan Yohanes Bere (Muti), mengatakan kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat, khususnya pada musim kemarau seperti saat ini.

Keduanya menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di Lootasi, Desa Rabasahain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Minggu (20/9/2026).

Selama ini, masyarakat mendapatkan pasokan air dari sumur yang berada di depan SDK Rabasa. Air dari sumber tersebut dialirkan melalui jaringan perpipaan dengan dukungan tenaga surya.

Namun, menurut mereka, sistem tersebut kerap mengalami kemacetan karena debit air dari sumur tidak mencukupi untuk melayani kebutuhan warga di empat dusun sekaligus.

Keempat dusun yang selama ini dilayani jaringan tersebut yakni Dusun Rabasa, Dusun Nularan, Dusun Lootasi dan Dusun Klisuk.

“Persoalannya terutama pada musim kemarau. Debit air dari sumur yang ada tidak cukup untuk melayani kebutuhan warga empat dusun,” demikian disampaikan Albertus Seran dan Yohanes Bere.

Di Dusun Lootasi sendiri terdapat sekitar 67 kepala keluarga (KK), sementara Dusun Klisuk dihuni sekitar 29 KK yang juga membutuhkan akses air bersih dari sistem tersebut.

Warga Usulkan Sumur Baru

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya mengatasi persoalan distribusi, tetapi juga mencari sumber air baru yang lebih dekat dan memiliki potensi debit yang memadai.

Salah satu lokasi yang diusulkan berada di wilayah Dusun Lootasi, di sebelah jalan raya menuju Desa Raimataus.

Menurut informasi masyarakat, kawasan tersebut memiliki potensi sumber air yang tidak asin.

Warga meminta pemerintah melalui dinas teknis terkait melakukan survei kembali untuk menentukan apakah lokasi tersebut dapat dikembangkan menjadi sumur dalam maupun sumur dangkal sebagai sumber air baru bagi masyarakat.

Masyarakat menyebutkan, sebelumnya terdapat dua titik di dalam kebun masyarakat di wilayah Lootasi yang telah disurvei.

Berdasarkan hasil survei pihak swasta dari Jakarta, kedua titik tersebut disebut memiliki potensi kedalaman hingga sekitar 60 meter.

Namun, hingga kini hasil survei tersebut belum ditindaklanjuti dengan pelaksanaan pengeboran

Karena itu, masyarakat berharap informasi mengenai kondisi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah, terutama instansi yang memiliki kewenangan dalam penyediaan infrastruktur air bersih.

Dorong Pemerintah Segera Survei

Albertus Seran dan Yohanes Bere berharap Pemkab Malaka melalui dinas teknis, Pemprov NTT melalui instansi terkait, serta balai teknis yang memiliki kewenangan di bidang air bersih dapat turun langsung melihat kondisi masyarakat.

“Kita minta Pemkab Malaka melalui dinas teknis, Pemprov NTT melalui dinas teknis dan balai agar merespons informasi ini untuk bisa membantu masyarakat,” ujar keduanya.

Menurut masyarakat, pembangunan sumber air baru di Lootasi menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu sumber air yang saat ini harus melayani warga dari empat dusun.

Masyarakat berharap ada langkah konkret berupa survei teknis, kajian sumber air dan tindak lanjut pembangunan sehingga persoalan kekurangan air bersih tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Bagi warga Lootasi dan sekitarnya, ketersediaan air bersih bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi kebutuhan dasar yang menyangkut kehidupan sehari-hari masyarakat.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!