TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Pemandangan tak biasa tersaji dalam kemeriahan Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XII tingkat Provinsi Kepulauan Riau, pada Sabtu 4 Juli 2026. Di tengah barisan peserta yang menampilkan kebudayaan religius, kontingen Kabupaten Bintan tampil memukau dengan membawa kekayaan hasil bumi daerahnya.
Bukan sekadar dekorasi, Pemkab Bintan memanfaatkan momentum MTQ tahun ini untuk mempromosikan potensi agraris wilayahnya secara langsung kepada masyarakat luas. Langkah ini pun mendapat dukungan penuh dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Bintan.
Muhammad Ali, salah satu pengurus HKTI Bintan, mengungkapkan bahwa keikutsertaan para petani dalam pawai ini adalah bentuk apresiasi sekaligus promosi terhadap komoditas unggulan lokal.
“Pada MTQ tahun ini, Pemkab Bintan memang menitikberatkan pada sektor pertanian dan perkebunan. Kami ingin menunjukkan hasil panen masyarakat Bintan yang berkualitas, yakni Salak Unggulan dan Durian Bintan,” ujar Ali saat ditemui di sela kegiatan pawai.
Aksi Simbolis Petani Bintan
Momen yang paling menyedot perhatian adalah ketika para petani Bintan secara langsung menyerahkan hasil panen mereka kepada Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, yang juga menjabat sebagai Ketua HKTI Provinsi Kepulauan Riau.
Aksi simbolis ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan sebuah bentuk kebanggaan atas kemandirian pangan daerah. Penyerahan durian dan salak tersebut menjadi penegasan bahwa sinergi antara pemerintah dan para petani di Bintan terus terjalin harmonis.
Antusiasme penonton pun terlihat jelas di sepanjang rute pawai. Kehadiran para petani yang terjun langsung mengenalkan produk unggulan daerah memberikan warna tersendiri dalam perhelatan religius tahunan ini, sekaligus membuktikan bahwa Bintan tak hanya kaya akan destinasi wisata, namun juga memiliki potensi pertanian yang mumpuni.
Editor: Budi Adriansyah

















