KUPANG, Radar Perbatasan.com — Kesempatan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tuan rumah cabang olahraga (cabor) Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 tidak hanya ditentukan oleh kesiapan pemerintah daerah, tetapi juga kelayakan venue. KONI Pusat menegaskan, venue yang tidak memenuhi standar dapat dipindahkan ke daerah lain.
Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Suwarno, S.I.P., M.Sc., saat memimpin koordinasi bersama tim Technical Delegate, Gubernur NTT, jajaran pemerintah provinsi, dan KONI NTT di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kamis (15/10/2026).
Pertemuan yang dimulai pukul 07.00 Wita tersebut menjadi bagian dari rangkaian visitasi venue cabang olahraga untuk persiapan PON 2028.
Suwarno menjelaskan, visitasi dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pertandingan sebelum KONI Pusat menetapkan cabang olahraga dan nomor pertandingan yang akan diselenggarakan di NTT.
“Kami ingin melakukan visitasi untuk memastikan venue. Kalau tidak layak, kami akan pindahkan. Kami akan putuskan nomor yang dipertandingkan dan cabang olahraga pada bulan Oktober ini,” tegas Suwarno.
Menurut dia, tim visitasi terdiri atas pengurus KONI Pusat bidang prestasi bersama Technical Delegate masing-masing cabang olahraga. Hasil pemeriksaan akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi pertandingan PON 2028.
Dua Tanggung Jawab Besar NTT
Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan pengurus olahraga, Suwarno mengingatkan bahwa NTT memikul dua tanggung jawab utama dalam penyelenggaraan PON 2028.
Pertama, menyiapkan kontingen atlet yang mampu bersaing dan meraih prestasi. Tanggung jawab ini berada pada KONI NTT beserta seluruh unsur pembinaan olahraga di daerah.
“Kami ingin mengingatkan kembali PON bagi NTT. Tugas pertama adalah menyiapkan kontingen. Kalau prestasi atletnya kurang bagus, ya KONI-nya yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Kedua, NTT bertanggung jawab menyiapkan penyelenggaraan sebagai tuan rumah. Untuk tugas tersebut, Suwarno menegaskan tanggung jawab berada pada Gubernur NTT.
“Kalau ini yang bertanggung jawab Bapak Gubernur,” katanya.
Pembagian tanggung jawab tersebut menegaskan bahwa keberhasilan NTT dalam PON 2028 tidak cukup hanya dengan menyediakan venue. Daerah juga harus mempersiapkan atlet agar mampu memberikan hasil terbaik saat bertanding di hadapan publik sendiri.
Technical Delegate Kawal Standar Pertandingan
Dalam persiapan PON 2028, Technical Delegate memiliki peran penting dalam memastikan aspek teknis setiap cabang olahraga memenuhi ketentuan pertandingan.
Suwarno menjelaskan, Technical Delegate bertanggung jawab atas aspek penyelenggaraan pertandingan, termasuk penyusunan kebutuhan perangkat pertandingan seperti panitia, wasit, juri, hakim lapangan, hingga dokter.
Sementara itu, pengurus provinsi cabang olahraga dan KONI provinsi akan mendukung persiapan venue, peralatan, serta kebutuhan teknis lainnya.
Setelah proses visitasi dan penetapan cabang olahraga selesai, KONI Pusat akan membentuk Panitia Besar PON (PB PON) NTT sebagai pelaksana kegiatan.
Suwarno juga meminta pemerintah daerah segera merancang struktur organisasi penyelenggara agar dapat ditetapkan dan dilantik oleh KONI Pusat.
Setelah pelantikan, proses akan dilanjutkan dengan pendampingan dan bimbingan teknis sesuai bidang masing-masing.
“Jangan takut, kami siap mendampingi bapak ibu semuanya,” kata Suwarno.
Melki: NTT Siap Menjadi Tuan Rumah
Gubernur NTT sekaligus Ketua Umum KONI NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan kesiapan NTT menyelenggarakan PON 2028.
Dalam sambutan selamat datang, Melki menyebut pelaksanaan visitasi berlangsung dua bulan setelah bencana gempa Flores. Momentum tersebut, menurut dia, menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesungguhan NTT dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah ajang olahraga nasional.
“Dua bulan setelah gempa Flores, NTT siap menyelenggarakan PON,” ungkap Melki.
Ia menjelaskan, persiapan venue tidak hanya berpusat di Kota Kupang, tetapi juga mencakup sejumlah daerah lain di NTT, termasuk wilayah Sumba dan Flores.
Pemerintah Provinsi NTT, kata dia, terbuka terhadap hasil pemeriksaan dan penilaian tim KONI Pusat. Jika ditemukan kekurangan, pemerintah siap melakukan perbaikan.
“Semoga semua proses berjalan dengan baik. Jika ada kekurangan, kami akan perbaiki. Kami mohon disampaikan apa adanya supaya kami perbaiki,” pinta Melki.
Visitasi ini menjadi tahapan penting bagi NTT untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan PON 2028. Hasil penilaian KONI Pusat akan menentukan venue dan cabang olahraga yang dapat dipertandingkan di NTT, sekaligus menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menuntaskan berbagai kebutuhan persiapan.
Yuven Fernandez

















