JAMBI — Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Provinsi Jambi, Mappangara, menegaskan pentingnya konsolidasi internal untuk memperkuat struktur dan kinerja organisasi hingga ke tingkat daerah.
Hal itu disampaikan Mappangara saat kopi darat dan bincang-bincang bersama jajaran LCKI di salah satu warung kopi di Kota Jambi. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rencana pelaksanaan rapat umum dan konsolidasi organisasi internal LCKI se-Provinsi Jambi pada 5 September 2026.
Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri seluruh Ketua DPD LCKI kabupaten/kota, anggota dan jajaran pengurus, pengurus DPW LCKI Provinsi Jambi, serta calon pengurus yang telah direkrut.
Menurut Mappangara, terdapat sejumlah agenda penting yang akan menjadi fokus dalam rapat umum dan konsolidasi tersebut. Salah satunya adalah memastikan penguatan struktur organisasi LCKI, baik di tingkat DPW Provinsi Jambi maupun DPD LCKI di kabupaten/kota.
“Penguatan struktur organisasi menjadi fondasi penting agar roda organisasi dapat berjalan efektif hingga ke daerah, khususnya DPD-DPD LCKI,” ujar Mappangara.
Ia menilai koordinasi antara DPW dan DPD harus terus dibangun secara berkelanjutan. Dengan struktur organisasi yang kuat dan komunikasi yang baik, program-program LCKI diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata.
Dorong Program yang Berdampak
Mappangara juga mengatakan, konsolidasi tidak boleh hanya berorientasi pada pembenahan struktur organisasi. LCKI, kata dia, harus mampu mendorong berbagai program yang memiliki dampak nyata bagi anggota maupun masyarakat.
Program tersebut diarahkan pada pelaksanaan visi dan misi LCKI, antara lain dalam bidang kaderisasi, ekonomi, pencegahan kesenjangan sosial, serta wawasan kebangsaan dalam arti luas.
Selain itu, LCKI juga akan memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum (APH) dan berbagai pihak terkait dalam menjalankan fungsi pencegahan.
Ia menyebut adanya kerja sama atau MoU dengan PP LCKI dan Mabes Polri sebagai salah satu pijakan untuk memperkuat langkah organisasi di bidang tersebut.
“Yang terpenting adalah bagaimana kegiatan LCKI dapat dirasakan manfaatnya, baik oleh anggota maupun masyarakat, terutama dalam bidang pencegahan,” katanya.
Mappangara menekankan agar seluruh jajaran LCKI menghindari ego sektoral antara DPW dan DPD. Menurutnya, seluruh tingkatan organisasi harus berjalan dalam satu visi dan tujuan.
“DPW dan DPD jangan ada ego sektoral. Kita satu visi. Karena itu, sinergi dan kerja bersama seluruh jajaran menjadi sangat penting,” tegasnya.
Target LCKI Jambi Jadi DPW Terkuat
Lebih jauh, Mappangara mengungkapkan target LCKI Provinsi Jambi ke depan adalah menjadi salah satu DPW LCKI yang kuat, kompak dan mampu menjadi motor penggerak organisasi, khususnya dalam bidang pencegahan dan pendampingan.
Target tersebut, menurut dia, membutuhkan integritas serta kerja bersama seluruh pengurus.
Sinergi antara DPW dan DPD dinilai menjadi kunci untuk memperkuat eksistensi LCKI di setiap daerah. Karena itu, hasil rapat umum dan konsolidasi pada 5 September mendatang diharapkan mampu menyatukan langkah dan program organisasi.
Konsolidasi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan pembentukan dan penataan kepengurusan DPD LCKI kabupaten/kota untuk periode 2026–2030.
“Harapannya, setelah kepengurusan DPD-DPD terbentuk dan tertata, seluruh jajaran dapat bergerak bersama dalam satu visi, sehingga LCKI Jambi semakin kuat, kompak dan mampu menjalankan fungsi pencegahan serta pendampingan di tengah masyarakat,” pungkas Mappangara.
Editor : Boni Atolan

















