banner 728x250

Ketika Matahari Menjadi Sekutu Nelayan Pulau Sembur Laut

PLTS Koperasi Merah Putih Hadirkan Listrik, Pendingin Ikan, dan Harapan Baru bagi Warga Kepulauan Kepri

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Batam – Pada Sabtu, 20 Desember 2025 menjadi hari yang berbeda bagi warga Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam. Di pulau kecil yang selama ini hidup dalam keterbatasan listrik, matahari akhirnya tak hanya memberi cahaya siang hari, tetapi juga energi untuk masa depan.

Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Joko Juliantono bersama Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura meresmikan peluncuran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sebuah langkah kecil di peta Indonesia, tetapi berdampak besar bagi kehidupan sekitar 200 kepala keluarga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

banner 325x300

Selama bertahun-tahun, nelayan Pulau Sembur Laut hidup tanpa akses listrik PLN. Genset pribadi menjadi andalan, dengan biaya operasional yang mahal dan daya terbatas. Akibatnya, hasil tangkapan laut, kerapu dan kakap, harus segera dijual dengan harga murah karena tak bisa disimpan lama.

“Masalahnya bukan nelayan tidak rajin, tapi karena tidak punya listrik dan alat pendingin,” ujar Menteri Ferry.

Melalui kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), PLTS kini berdiri dan mengalirkan listrik bagi warga. Tak hanya untuk penerangan rumah, tetapi juga untuk menghidupkan cold storage dan ice maker koperasi, fasilitas yang selama ini hanya menjadi angan-angan.

Dengan pendingin ikan, nelayan tak lagi dikejar waktu. Hasil laut bisa disimpan, kualitas terjaga, dan harga jual pun meningkat. Bagi Menteri Ferry, inilah esensi pemberdayaan ekonomi berbasis energi terbarukan: sederhana, tepat guna, dan berdampak langsung.

“Kalau listrik sudah ada, nilai ekonomi ikut naik. Karena itu, model PLTS koperasi ini akan terus kami kembangkan di kampung-kampung nelayan lain,” tegasnya.

Pemerintah, lanjut Ferry, tak ingin berhenti di seremoni peresmian. Pendampingan akan terus dilakukan agar sistem PLTS berjalan optimal dan benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyebut peluncuran PLTS ini sebagai jawaban atas tantangan besar daerah kepulauan. Dengan 98 persen wilayah berupa laut dan 2.028 pulau, pemerataan akses listrik bukan perkara mudah.

“Listrik adalah hak dasar masyarakat perbatasan. Dari sanalah kesejahteraan dan kedaulatan dimulai,” ujarnya.

Nyanyang juga menegaskan bahwa PLTS Koperasi Merah Putih bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan fondasi kemandirian desa. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, listrik surya akan menggerakkan roda ekonomi koperasi berbasis gotong royong.

Sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, Pemerintah Provinsi Kepri telah membentuk 407 KDKMP di seluruh wilayah, termasuk 64 unit di Kota Batam. Koperasi-koperasi inilah yang diproyeksikan menjadi simpul ekonomi rakyat di daerah kepulauan.

Dari sisi makro, hasilnya mulai terlihat. Hingga Triwulan III 2025, rasio elektrifikasi Kepri telah mencapai 99,21 persen. Pertumbuhan ekonomi pun melesat hingga 7,48 persen year-on-year, tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional.

“Ketika listrik menyala di pulau-pulau, ekonomi bergerak dan kebahagiaan masyarakat ikut tumbuh,” kata Nyanyang.

Atas nama masyarakat Kepri, dia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI serta PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina NRE yang menjadikan Kepri sebagai pilot project PLTS Koperasi Merah Putih.

Hadir dalam kegiatan ini jajaran penting, mulai dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Komisaris Utama Mochamad Iriawan, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, hingga Wali Kota Batam Amsakar Achmad.

Di Pulau Sembur Laut, listrik kini bukan lagi mimpi. Dari sinar matahari, harapan baru pelan-pelan menyala, menjaga ikan tetap segar, menjaga harga tetap adil, dan menjaga masa depan nelayan tetap terang.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Iw

banner 325x300
error: Content is protected !!