banner 728x250

Kepala Puskesmas Biudukfoho Beatus Nahak Dorong Sinergi, Enam Desa Jadi Lokus Program Bethesda YAKKUM 2027–2030

banner 120x600
banner 468x60

MALAKA —14 September 2026

Komitmen memperkuat pelayanan kesehatan primer di tingkat masyarakat terus dibangun Puskesmas Biudukfoho. Di bawah kepemimpinan Beatus Setrinus Nahak, S.Kep., Ns.,

banner 325x300

Puskesmas Biudukfoho membuka ruang kolaborasi dengan UPKM/CD Bethesda YAKKUM Yogyakarta untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat di enam desa wilayah kerjanya.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan perencanaan program pelayanan kesehatan primer yang berlangsung di Hotel Nusa Dua, 8–10 September 2026.

Program UPKM/CD Bethesda YAKKUM Yogyakarta akan mulai beroperasi pada 2027 dan direncanakan berlangsung selama tiga tahun, periode 2027–2030.
Enam desa yang menjadi lokus intervensi tersebut adalah Desa Biudukfoho, Nabutaek, Niti, Webetun, Naiusu, dan Tafuli Satu.

Sebagai Kepala Puskesmas Biudukfoho, Beatus Setrinus Nahak menyambut positif kehadiran UPKM/CD Bethesda YAKKUM.

Sikap terbuka tersebut menunjukkan pentingnya membangun kemitraan lintas lembaga untuk memperluas dampak pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurut Beatus, kerja sama tersebut perlu diarahkan pada sinergi program sehingga kehadiran mitra dapat benar-benar mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Biudukfoho.

“Kami welcome dengan kehadiran UPKM/CD Bethesda di Puskesmas Biudukfoho. Dalam program ini saya mengajak UPKM/CD Bethesda untuk bersama bersinergi untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Beatus Setrinus Nahak.

Program yang dipersiapkan UPKM/CD Bethesda YAKKUM memiliki ruang lingkup yang cukup luas, meliputi kesehatan ibu dan anak, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular, serta peningkatan sarana sanitasi lingkungan.

Selama tiga tahun pelaksanaan program, UPKM/CD Bethesda YAKKUM akan bekerja sama dengan Puskesmas Biudukfoho sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan primer di desa-desa sasaran.

Bagi Puskesmas Biudukfoho, sinergi seperti ini menjadi penting karena peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dan pemerintah desa serta dukungan berbagai mitra.

Keterbukaan Beatus terhadap kolaborasi tersebut sekaligus memperlihatkan pendekatan pelayanan yang menempatkan kemitraan dan sinergi sebagai bagian penting dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

Dengan program yang akan dimulai pada 2027, enam desa tersebut diharapkan menjadi lokus penguatan pelayanan kesehatan primer, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, serta sanitasi lingkungan.

Langkah Puskesmas Biudukfoho menyambut dan mengajak Bethesda YAKKUM bersinergi menjadi modal penting agar program tiga tahun tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dengan pelayanan kesehatan yang telah dilakukan Puskesmas Biudukfoho.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!