banner 728x250

Keluarga Pasien RSUP Kepri Mengaku Diusir Petugas Radiologi

Perubahan jadwal USG secara sepihak berujung pengusiran membuat keluarga pasien geram. Pengalaman buruk ini viral di media sosial dan memantik gelombang kritik tajam terhadap standar pelayanan publik di RSUP Kepri

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Sebuah unggahan bernada kekecewaan mendalam terhadap pelayanan fasilitas kesehatan publik viral di media sosial. Untung Slamat Alfandi, seorang warga Tanjungpinang, meluapkan amarahnya setelah mendapati sang ibu yang tengah berjuang melawan penyakit mendapatkan perlakuan tidak etis dari oknum petugas Radiologi Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri, pada Selasa 28 Juli 2026.

Kronologi Kejadian: Jadwal Berubah Sepihak

banner 325x300

Peristiwa ini bermula pada Jumat, 24 Juli 2026. Saat itu, ibu Untung yang memiliki jadwal kontrol rutin di bagian onkologi diwajibkan menjalani prosedur kemoterapi pada 31 Juli 2026. Dokter yang menangani menginstruksikan agar pasien segera mendaftarkan diri untuk pemeriksaan ultrasonografi (USG) hari itu juga.

Untung lantas mendatangi loket pendaftaran radiologi dan mendapatkan jadwal tercepat pada 28 Juli 2026. Namun, setibanya di rumah sakit sesuai tanggal yang tertera untuk mengantar sang ibu, dia mendapati kejanggalan besar. Nama ibunya ternyata tidak tercantum dalam daftar pemeriksaan hari itu, melainkan diundur secara sepihak ke tanggal 28 Agustus 2026, selisih satu bulan penuh.

Mengingat jarak tempuh yang jauh serta kondisi fisik ibunya yang sedang sakit, Untung mencoba mengonfirmasi perubahan tersebut dengan kepala dingin, tanpa maksud membuat keributan.

“Kalau memang tanggal 28 Agustus, ya sampaikan sejak awal 28 Agustus. Bukan berarti saya memaksa minta cepat, saya sangat paham aturan antrean,” tulis Untung dalam kronologi yang dibagikannya di grup Facebook InfoPinang.

Mendapat Perlakuan Kasar dan Diusir

Alih-alih memperoleh penjelasan yang solutif dari petugas loket, respons arogan justru diterima oleh Untung. Dia menyebut petugas radiologi langsung membentak dan mengusirnya dari ruangan karena dianggap mengganggu.

“Petugas radiologi langsung mengusir saya, katanya kalau mau komplain bukan di sini tempatnya, silakan ke luar. Dibuatnya kami macam sampah,” keluhnya.

Pasca-insiden tersebut, Untung sempat dipertemukan dengan penanggung jawab bagian pelayanan radiologi yang akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara lisan atas kelalaian anak buahnya.

Menuai Banjir Kritik dan Pengalaman Serupa dari Publik

Unggahan tersebut dengan cepat memantik reaksi keras dari warganet. Kolom komentar dipenuhi oleh puluhan tanggapan yang menyuarakan pengalaman serupa terkait buruknya birokrasi dan kualitas layanan di RSUP Kepri.

Sebagian besar masyarakat menyoroti masalah klasik yang terus berulang, mulai dari alur pelayanan yang berbelit-belit, waktu tunggu antrean yang tidak masuk akal, diskriminasi layanan antara pasien umum dan BPJS, hingga dugaan praktik “orang dalam” yang membuat penanganan medis bisa dipangkas jalurnya secara instan.

Melihat masifnya keluhan publik yang mencuat, warga mendesak manajemen RSUP Kepri untuk segera melakukan evaluasi total, memberikan pelatihan etika pelayanan kepada seluruh pegawai, serta menjatuhkan sanksi tegas guna menjaga marwah institusi kesehatan milik pemerintah tersebut.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!