banner 728x250

KASAL Tinjau Penguatan Pertahanan Maritim di Kepulauan Riau

Pemprov Kepri mengapresiasi langkah strategis TNI AL dalam menyatukan aspek pertahanan, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta sinerginya dengan perhelatan Festival Bahari Kepri 2026

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan Pembinaan Teritorial Terintegrasi di wilayah kerja Kodaeral IV. Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, di Pelataran Gedung Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau pada Sabtu 19 September 2026.

Kehadiran orang nomor satu di TNI AL tersebut dinilai menjadi momentum krusial dalam memperkuat stabilitas keamanan, tata kelola wilayah perbatasan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

banner 325x300

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, yang hadir mewakili Gubernur Kepri Ansar Ahmad, menyambut hangat kedatangan KASAL di “Negeri Segantang Lada“. Menurutnya, posisi Kepri sebagai provinsi kepulauan menuntut adanya keseimbangan antara aspek pertahanan kedaulatan dan pembangunan kesejahteraan warga.

“Bagi Kepulauan Riau, kegiatan ini memiliki makna yang sangat strategis. Posisi Kepri sebagai wilayah kepulauan menjadikan aspek pertahanan dan pembangunan masyarakat pesisir perlu berjalan secara beriringan,” ujar Misni dalam keterangannya.

Filosofi Laut dan Ruang Kehidupan

Dalam kesempatan tersebut, Misni turut memaparkan pandangan mendalam mengenai fungsi laut bagi masyarakat Kepulauan Riau. Dia menegaskan bahwa perairan bukan sekadar batas teritorial antarwilayah, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

“Laut bukanlah pemisah antarpulau. Laut merupakan ruang kehidupan, ruang ekonomi, ruang budaya, sekaligus bagian penting dari pertahanan dan kedaulatan negara.”

Melalui pembinaan teritorial yang terintegrasi, Pemprov Kepri berharap terjalin sinergi yang kokoh antara kekuatan pertahanan, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat pesisir.

Selaras dengan Festival Bahari Kepri 2026

Lebih lanjut, Misni mengaitkan semangat kolaborasi pertahanan dan kesejahteraan ini dengan perhelatan akbar Festival Bahari Kepri 2026. Dia menilai kegiatan pembinaan teritorial ini memiliki visi yang sejalan dengan festival tersebut, yang merangkum sektor kemaritiman, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, kebudayaan, hingga aksi sosial masyarakat.

“Semangat kegiatan ini sejalan dengan Festival Bahari Kepri 2026 yang mempertemukan berbagai potensi kemaritiman, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, kebudayaan, serta kegiatan sosial masyarakat,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, Misni optimistis bahwa ketahanan dan kemajuan wilayah perbatasan akan tercapai secara optimal melalui kolaborasi lintas sektoral.

“Kekuatan maritim akan semakin kokoh apabila dibangun bersama oleh TNI, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Ky

 

banner 325x300
error: Content is protected !!