( PEMDES ) DESA HAYAHAYA KECAMATAN LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO
Kepala Desa Hayahaya, Husain Abdullah, berhasil mendapatkan pesanan sebanyak 1.500 bibit pisang Cavendish yang akan disalurkan kepada warga setempat dan mitra usaha. Pesanan tersebut disampaikan setelah Husain pulang dari kantor dan langsung menyiapkan bibit untuk pemenuhan pesanan. Senin, (15/06/2026).
Proses persiapan bibit terlihat melibatkan partisipasi aktif warga setempat. Sejumlah warga bergotong-royong menata, membungkus, dan menyiapkan pengiriman bibit di lokasi penampungan bibit desa. Menurut Husain Abdullah, inisiatif ini tidak hanya memenuhi permintaan bibit, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan keluarga di desa.
“Kami berupaya memanfaatkan potensi lokal untuk memperkuat ketahanan pangan. Dengan menanam pisang Cavendish, warga dapat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi dari penjualan buah dan bibit,” ujar Kades Husain Abdullah saat ditemui awak media.
Husain berharap bibit yang didistribusikan dapat tumbuh baik dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Hayahaya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Hayahaya, Fatma Thalib kepada Radarperbatasan.com menjelaskan bahwa produk pisang lokal sudah sudah lama dipasarkan, baik itu di mini market dan sering dipamerkan pada berbagai kegiatan pameran dengan kemasan yang rapi dan menarik. Fatma menyatakan bahwa pemasaran pisang secara modern membantu meningkatkan nilai jual produk lokal dan memberdayakan perempuan petani.
“Kami telah mengemas pisang dengan standar yang baik sehingga layak dijual di mini market dan dipamerkan pada event. Hal ini membuka akses pasar yang lebih luas dan memberi tambahan penghasilan untuk keluarga petani,” kata Fatma.
Ia menambahkan harapan agar dukungan dari pemerintah desa dan pihak terkait terus mengalir, termasuk bantuan teknik budidaya, permodalan, dan fasilitas pemasaran.
Manfaat program penanaman pisang Cavendish di Hayahaya diperkirakan mencakup :
• Penguatan ketahanan pangan rumah tangga melalui pasokan buah yang mudah dibudidayakan.
• Peningkatan pendapatan keluarga lewat penjualan buah dan bibit.
Penciptaan lapangan kerja mikro selama proses penanaman, perawatan, pengemasan, dan pemasaran.
• Pemberdayaan perempuan melalui kegiatan KWT yang terlibat langsung dalam pengemasan dan pemasaran.
Kades Husain menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama menjaga lahan, merawat bibit, dan memanfaatkan setiap kesempatan pemasaran yang muncul. Ia juga berharap dukungan teknis dari dinas pertanian dan akses permodalan dapat segera direalisasikan untuk mempercepat keberhasilan program. Untuk informasi lebih lanjut dan kontak pengadaan bibit dapat menghubungi Kelompok Wanita Tani KWT Tunas Hijau Desa Hayahaya dengan Kontak Telepon/WhatsApp : 0823 4467 9574
( Idrak Pers: 0853 2261 5496 )


























