banner 728x250

Kabut Asap Tebal Selimuti Dumai, MAUNG Riau Soroti Lambannya Keputusan Lindungi Anak Sekolah

banner 120x600
banner 468x60

Wan Ade Syahputra: Jangan Tunggu Ada Korban, Keselamatan Anak Harus Jadi Prioritas

DUMAI, RIAU — Kabut asap tebal yang menyelimuti sejumlah kawasan Kota Dumai pada Rabu (7/10/2026) memicu sorotan terhadap respons Pemerintah Kota Dumai, khususnya terkait perlindungan anak-anak sekolah.

DPD LSM MAUNG Riau meminta pemerintah daerah tidak menunggu kondisi semakin buruk atau sampai muncul korban untuk mengambil keputusan. Menurut organisasi tersebut, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama ketika kondisi udara dan jarak pandang memburuk.

banner 325x300

Ketua DPD LSM MAUNG Riau, Wan Ade Syahputra, menyayangkan belum terlihatnya langkah cepat pejabat Pemerintah Kota Dumai dalam menentukan kebijakan terkait kegiatan belajar mengajar, apakah tetap berlangsung, ditunda, diliburkan, atau dilakukan dari rumah.

“Kami menyayangkan lambannya pejabat Pemerintah Kota Dumai mengambil keputusan. Ketika kabut asap tebal sudah menyelimuti kota pada pagi hari, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas,” ujar Wan Ade.

Menurut MAUNG Riau, pemerintah daerah perlu memiliki mekanisme yang jelas dan cepat dalam menghadapi kondisi kabut asap, termasuk membangun koordinasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPBD, pihak sekolah dan instansi terkait.

MAUNG Pertanyakan Respons Pejabat Pengambil Keputusan

Wan Ade juga mempertanyakan respons pejabat yang memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan ketika kondisi kabut asap terjadi.

“Kemanakah perginya pejabat pengambil keputusan yang ada di Kota Dumai? Jangan sampai masyarakat justru bingung ketika kondisi seperti ini terjadi. Pemerintah harus hadir dan memberikan kepastian kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai kebijakan mengenai aktivitas sekolah tidak semestinya hanya mempertimbangkan aspek administrasi. Kondisi nyata di lapangan, terutama keselamatan peserta didik, juga harus menjadi dasar pertimbangan.

Apabila kondisi udara dinilai tidak aman, pemerintah diminta segera menyampaikan langkah yang jelas kepada masyarakat, termasuk imbauan mengenai penggunaan masker, pembatasan aktivitas di luar ruangan maupun kebijakan terhadap kegiatan belajar tatap muka.

Jangan Tunggu Sampai Ada Korban

MAUNG Riau mengingatkan bahwa anak-anak perlu mendapat perhatian khusus ketika kualitas udara memburuk. Karena itu, prinsip kehati-hatian dinilai penting dalam setiap keputusan pemerintah.

“Jangan tunggu sampai ada korban. Kalau memang kondisi udara dan kabut asap membahayakan, segera ambil keputusan. Anak-anak kita harus menjadi prioritas,” kata Wan Ade.

Selain meminta respons cepat, MAUNG Riau juga mendesak Pemerintah Kota Dumai membuka informasi kepada masyarakat mengenai kondisi kualitas udara, hasil pemantauan lingkungan, serta langkah yang akan dilakukan apabila kabut asap kembali memburuk.

Pemerintah Diminta Tidak Saling Menunggu

DPD LSM MAUNG Riau menegaskan, kritik tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, terutama anak-anak yang menjalani aktivitas sekolah.

MAUNG berharap pemerintah daerah tidak saling menunggu dalam menghadapi kondisi darurat lingkungan. Koordinasi antarlembaga dinilai harus dilakukan secara cepat agar masyarakat memperoleh informasi dan kepastian yang jelas.

“Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan. Jangan sampai ketika kabut asap sudah tebal, keputusan baru dibahas. Keselamatan anak-anak tidak boleh kalah dengan lambannya birokrasi,” tutup Wan Ade Syahputra.

DPD LSM MAUNG Riau menyatakan akan terus memantau kondisi kabut asap di Kota Dumai serta meminta pemerintah daerah memberikan respons yang cepat, terukur dan transparan dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.

Publisher: TIM/RED
Penulis: TIM MAUNG RIAU
Ket Foto: Ilustrasi (Ist)

banner 325x300
error: Content is protected !!