banner 728x250

Kabel ‘Sarang Laba-Laba’ Jerat Bus Hotel Indigo, Warga Tanjungpinang Geram: Mana Aturan Keselamatannya?

Fenomena Kabel Semrawut di Gerbang Bintan Center Berulang Kali Makan Korban, Akses Bisnis Terganggu dan Nyali Pengendara Diuji

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Pemandangan kabel melintang yang menjuntai rendah kembali memakan korban di pusat keramaian Kota Tanjungpinang. Kali ini, sebuah bus putih milik Hotel Indigo menjadi “korban” setelah tersangkut rangkaian kabel di kawasan strategis Gerbang Bintan Center, pada Jumat malam, 27 Februari 2026.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB ini sontak menjadi perbincangan hangat di grup Facebook komunitas warga setempat. Berdasarkan laporan akun Budi Kacel, bus tersebut tengah melaju dari arah Pasar Bintan Center menuju Gapura Gerbang keluar, tepat di depan Swalayan Welcome dan Kedai Kopi Aman.

banner 325x300

Naas, lantaran posisi kabel yang terlalu rendah dan tidak tertata, atap bus tersangkut. Rangkaian kabel tersebut tertarik hingga berantakan dan jatuh menutupi badan jalan. Alhasil, arus lalu lintas di kawasan bisnis tersibuk di Tanjungpinang itu sempat lumpuh sesaat.

Warga Gotong Royong, Pengusaha Mengeluh

Melihat kondisi kabel yang melilit atap bus, sejumlah warga dan pemilik usaha di sekitar lokasi bergegas memberikan bantuan. Dengan peralatan seadanya, mereka berupaya melonggarkan kabel agar bus bisa melintas. Meski bus akhirnya dapat melanjutkan perjalanan, masalah besar tetap tertinggal di sana: rangkaian kabel yang kini semakin semrawut dan membahayakan.

Keluhan bukan hanya datang dari pengguna jalan. Para pemilik usaha di sekitar lokasi mengungkapkan bahwa kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Dalam tiga hari terakhir, insiden serupa dilaporkan telah berulang kali terjadi.

“Sudah tiga hari ini kejadiannya mirip-mirip. Kabel jatuh, akses terganggu, dan jujur saja ini sangat merepotkan aktivitas usaha kami. Belum lagi rasa was-was kalau ada korsleting atau kabel yang mengenai warga,” ujar salah satu pemilik usaha.

Kritik Pedas: Mana Tanggung Jawab Pemangku Kebijakan?

Kondisi ini memicu gelombang kritik dari masyarakat. Salah satunya datang dari warga bernama Thomas Maberis Atawollo. Lewat komentarnya yang viral, dia mempertanyakan standardisasi pemasangan kabel di area publik yang dinilai mengabaikan aspek keselamatan.

“Mana aturan yang memperbolehkan untaian kabel semrawut dan membahayakan masyarakat begini?” tulis Thomas dengan nada geram.

Dia juga menyentil pemerintah dan operator pemilik kabel. Menurutnya, ada ketimpangan antara kewajiban masyarakat membayar pajak kendaraan dengan hak mereka untuk mendapatkan rasa aman di jalan raya.

“Jangan hanya kejar masyarakat atas pajak, tapi kewajiban peduli pada keselamatan masyarakat dianggap tidak perlu,” tegasnya.

Desakan Penataan Ulang

Masyarakat kini mendesak instansi berwenang untuk segera turun tangan. Mereka menuntut agar para operator penyedia jasa telekomunikasi maupun pemilik kabel di area Gapura Gerbang Bintan Center diberikan teguran keras.
Tuntutannya jelas:

• Penataan Ulang: Kabel tidak boleh lagi dibiarkan menjuntai seperti sarang laba-laba.

• Ketinggian Aman: Menyesuaikan ketinggian kabel sesuai standar teknis agar kendaraan besar bisa melintas tanpa hambatan.

• Estetika dan Keamanan: Mengingat lokasi tersebut adalah gerbang masuk kawasan bisnis utama yang dilalui ratusan orang setiap jamnya selama 24 jam penuh.

Keselamatan publik seharusnya tidak boleh dikompromikan hanya demi efisiensi pemasangan infrastruktur. Kini bola panas ada di tangan instansi terkait dan para operator: apakah mereka akan menunggu jatuh korban jiwa sebelum kabel-kabel itu dirapikan?

Editor: Budi Adriansyah
Sumber: Budi Kacel

banner 325x300
error: Content is protected !!