banner 728x250

Jelang Syukuran Wisuda To Jho Tahun di SONAF IMADAR, Kades Naiola Tekankan Keamanan dan Ketertiban Serta Minta Mahasiswa Segera Buat Surat Keterangan Domisili di Kantor Desa

banner 120x600
banner 468x60

TTU –

Menjelang pelaksanaan acara wisuda To Yohanes Eliyakim, yang akrab disapa To Jho, Kepala Desa Naiola, Yakobus Nitsae, bersama tokoh masyarakat yang dipercayakan membantu menjaga keamanan di kawasan BTN Kilometer 9, yakni Om Jeki Nahak dan Abang Petro Xsimenes, hadir di Sonaf Ikatan Mahasiswa Dawan “R” (IMADAR) Kefamenanu untuk menyampaikan imbauan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

banner 325x300

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (29/10/2026), bertempat di Sonaf IMADAR, kawasan BTN Kilometer 9, Blok D, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kehadiran Kepala Desa Naiola bersama kedua tokoh masyarakat tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah desa terhadap aktivitas mahasiswa dan kegiatan kemasyarakatan di wilayahnya, khususnya dalam menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif selama berlangsungnya acara wisuda.

Dalam kesempatan tersebut, Yakobus Nitsae menegaskan bahwa dirinya berkomitmen untuk hadir dan memberikan imbauan keamanan pada setiap acara wisuda yang berlangsung di kawasan BTN Kilometer 9. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi dengan mahasiswa menjadi bagian penting dalam mencegah potensi gangguan ketertiban di lingkungan masyarakat.

“Saya akan berupaya hadir dalam setiap acara wisuda yang berlangsung di kawasan BTN untuk menyampaikan imbauan mengenai keamanan dan ketertiban. Saya berharap seluruh mahasiswa dapat menjaga sikap, menghormati lingkungan sekitar, dan bersama-sama menciptakan suasana yang aman serta kondusif,” ungkap Yakobus Nitsae.

Ia menambahkan, mahasiswa yang tinggal di kawasan BTN Kilometer 9, khususnya yang berada dalam wilayah administrasi Desa Naiola, diimbau segera mendatangi kantor desa untuk mengurus surat keterangan domisili.

Menurut Yakobus, pendataan domisili penting agar pemerintah desa memiliki informasi administrasi kependudukan yang lebih tertib dan akurat mengenai warga maupun mahasiswa yang menetap di wilayah tersebut.

“Saya juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang tinggal di kawasan BTN dan masuk dalam wilayah Desa Naiola agar segera datang ke kantor desa untuk mengurus surat keterangan domisili. Hal ini penting supaya keberadaan anak-anak tercatat dengan baik dalam administrasi desa dan memudahkan koordinasi apabila diperlukan,” tegasnya.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadikan kawasan BTN sebagai tempat tinggal, tetapi juga mampu membangun hubungan yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Dawan “R” (IMADAR) Kefamenanu periode 2026/2027, Marlianus Jeriyanto Manek, yang akrab disapa Jery Manek, menyambut baik kehadiran Kepala Desa Naiola bersama kedua tokoh masyarakat tersebut.

Menurut Jery, perhatian pemerintah desa dan tokoh masyarakat terhadap aktivitas mahasiswa merupakan bentuk komunikasi yang positif dalam membangun hubungan yang harmonis antara organisasi mahasiswa dan lingkungan tempat mereka tinggal.

Jery menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menunjukkan kedewasaan dalam berorganisasi dan bermasyarakat. Setiap kegiatan, termasuk acara wisuda, hendaknya dilaksanakan dengan tetap memperhatikan keamanan, ketertiban, serta kenyamanan warga sekitar.

“Kami dari IMADAR Kefamenanu menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kepala Desa Naiola, Yakobus Nitsae, bersama Bapak Jeki Nahak dan Abang Petro Xsimenes atas perhatian serta imbauan yang diberikan kepada kami. Bagi kami, pesan ini merupakan pengingat penting bahwa setiap kegiatan mahasiswa harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” ujar Jery Manek.

Ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat sehingga harus mampu menjaga kepercayaan yang diberikan oleh lingkungan tempat mereka tinggal.

“Sebagai mahasiswa, kita tidak hanya dituntut untuk berkembang secara akademik dan berorganisasi, tetapi juga harus mampu menunjukkan sikap disiplin, menghormati masyarakat, dan menjaga nama baik almamater maupun organisasi. Kami berharap seluruh mahasiswa dapat menindaklanjuti imbauan pemerintah desa, termasuk memperhatikan administrasi domisili bagi yang tinggal di wilayah Desa Naiola,” tambahnya.

Jery menilai, sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan mahasiswa perlu terus diperkuat agar berbagai kegiatan kemahasiswaan dapat berlangsung dengan baik tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.

Pertemuan di Sonaf IMADAR tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan mahasiswa dalam menjaga keamanan serta ketertiban di kawasan BTN Kilometer 9.

Melalui imbauan tersebut, mahasiswa diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga perilaku, mematuhi norma yang berlaku, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah dan masyarakat setempat.

Pada akhirnya, keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tokoh masyarakat, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh elemen, termasuk mahasiswa.

Dengan komunikasi yang baik, kepedulian bersama, dan tanggung jawab sosial, kawasan BTN Kilometer 9 diharapkan tetap menjadi lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Editor: Jery Manek

banner 325x300
error: Content is protected !!