banner 728x250

SAHABAT BATIN, DI SISA HIDUP INI* !!  _Coretan senja dari pinggiran Laut._ _Karya Fiksi_

banner 120x600
banner 468x60

 

_Untukmu yang pernah mengalami dan memiliki kenangan Manis._

banner 325x300

Jika malam ini kau tiba-tiba teringat saya, jangan kau tahan.

Biarkan saja kenangan itu datang. Biarkan ia duduk pelan di samping hatimu, seperti dulu, saat kita duduk berdua tanpa perlu banyak kata.

Kenangan indah itu… Ia masih segar, masih harum, masih basah seperti embun pagi di pucuk daun.

Padahal… Sudah berapa musim kita tidak bertemu, sudah berapa tahun kita tidak duduk bersama, sudah berapa kali dunia mengubah kita menjadi orang yang lebih diam.

Tetapi kenapa ya… Namamu masih begitu mudah membuat hati ini bergetar?

Jarak…
Waktu…
Keadaan…

Mereka berhasil memisahkan raga kita, tetapi mereka kalah… Mereka tidak pernah berhasil menghapus rasa itu.

Di sini, di dada sebelah kiri ini, kau masih tinggal dengan begitu rapinya, tidak pergi, tidak hilang.

Mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk berjalan bergandengan di jalan yang sama. Mungkin Tuhan punya cerita lain untuk kita.

Tidak apa-apa. Sungguh, saya sudah ikhlas.

Asal kau tahu… Di setiap doa paling jujur saya di malam hari, ada namamu di sana. Saya sebut pelan, takut langit terlalu keras mendengarnya.

Biarlah kita begini saja ya,

Tidak harus memiliki, tetapi tidak pernah melupakan.

Menjadi sahabat batin, yang saling mengerti tanpa harus menjelaskan, yang saling rindu tanpa harus memiliki, yang saling menjaga dari jauh, dengan cara yang paling suci: mendoakan.

Jika suatu hari nanti, kau lelah, kau kalah, kau merasa sendiri di tengah ramainya dunia, pejamkan matamu… Ingatlah saya. Ingatlah tawa kita yang pernah begitu jujur itu. Saya ada di sana, di dalam kenangan indahmu yang paling segar itu, sedang menguatkanmu pelan-pelan.

Begitu juga saya, jika saya rapuh di sisa hidup ini, saya akan memanggilmu dalam hati, Sahabat batinku… Kuatkan saya lagi, seperti dulu.

Kita mungkin tidak lagi bersama… Tetapi percayalah…

Tidak semua yang berpisah itu berakhir, ada yang berpisah untuk menjadi doa abadi. Ada yang tidak bersama untuk menjadi kekuatan di sisa hidup.

Terima kasih, bae… Terima kasih pernah menjadi kenangan terindah yang sampai hari ini pun, masih sanggup membuat hati ini jatuh cinta lagi, pada hidup yang kadang melelahkan ini.

Jika kelak waktu kita telah habis di dunia ini, biarlah Tuhan tahu… Di bumi ini, pernah ada dua hati yang saling mencintai dengan tulus, tidak dengan raga, tapi dengan batin. Tidak untuk sehari, tetapi untuk seumur hidup.

Tidurlah dengan tenang malam ini, Sahabat Batinku… Saya di sini, mendoakanmu, merindukanmu, dengan cara yang paling halal.

Salam rindu yang paling sendu,
Dari batin yang tak pernah pergi.

*Yohanes Tafaib Amloki Feu Bijeli – Teras Batin Oebufu*
*28 Oktober 2026*

banner 325x300
error: Content is protected !!