Radar Perbatasan, Tanjungpinang – Badan Pangan Nasional (Bapanas) merespons cepat permintaan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, terkait ketersediaan beras di daerah tersebut menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Bapanas pada Selasa, 25 November 2025, disepakati bahwa Bulog akan ditugaskan mengirimkan 4.000 ton beras premium dari Sulawesi sebagai tambahan pasokan untuk seluruh wilayah Kepri.
Rapat yang dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Kepri, Bapanas, Bulog, dan Kepolisian Daerah Kepri tersebut menghasilkan keputusan strategis untuk memperkuat cadangan beras di daerah kepulauan itu. Langkah ini dipandang penting mengingat potensi meningkatnya kebutuhan masyarakat selama momen libur akhir tahun.
Gubernur Ansar Ahmad menyambut baik keputusan tersebut dan meminta agar distribusi beras dapat dilakukan dengan cepat serta merata di seluruh kabupaten dan kota.
“Saya menginstruksikan agar alokasi ini segera dikirim ke seluruh wilayah Kepri untuk memastikan pasokan tetap aman menghadapi Nataru,” ujar Ansar.
Sebelumnya, Ansar telah mengirimkan surat resmi kepada Bapanas yang berisi laporan kondisi ketahanan pangan Kepri dan kebutuhan penguatan stok untuk mengantisipasi peningkatan permintaan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepri, Rika Azmi, menjelaskan bahwa kebutuhan beras di Kepri mencapai sekitar 197 ribu ton per tahun. Angka tersebut meliputi kebutuhan rumah tangga maupun non-rumah tangga.
Menurut Rika, peningkatan kunjungan wisatawan serta kebutuhan untuk mendukung program makan bergizi gratis di berbagai wilayah turut menjadi pertimbangan dalam pengajuan tambahan pasokan kepada Bapanas.
Dengan adanya alokasi 4.000 ton beras premium ini, pemerintah berharap stabilitas pasokan dan harga beras di Kepri dapat terjaga, sehingga masyarakat dapat menyambut Nataru dengan kondisi pangan yang aman dan terkendali.
Editor: Budi Adriansyah

















