TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Usai resmi menerima mandat kepemimpinan, Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PW ISMI) Kepulauan Riau langsung tancap gas menyongsong momentum besar kebangsaan: satu abad Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2028 mendatang.
Di bawah komando Basyaruddin Idris, S.H., ISMI Kepri mematok target ambisius yang sarat akan nilai historis. Mereka berencana melobi langsung pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto agar upacara puncak peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda dapat diselenggarakan di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau.
Basyaruddin menegaskan, pemilihan Pulau Penyengat bukan tanpa alasan. Pulau kecil sarat sejarah tersebut merupakan tempat di mana embrio keindonesiaan menyatu, berkat akar bahasa Melayu yang kemudian diangkat menjadi bahasa persatuan nasional.
“Di pulau kecil itulah asalnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini menyatu dan bersatu, melalui bahasa Indonesia yang berasal daripada bahasa Melayu,” ungkap Basyaruddin Idris, pada Sabtu 26 September 2026.
Konsolidasi Tokoh Adat dan Budaya
Sebagai langkah strategis awal, ISMI Kepri langsung merapatkan barisan dengan mengagendakan silaturahmi intensif bersama Lembaga Adat Melayu (LAM), para tokoh adat, budayawan, hingga tokoh bahasa.
Puncak konsolidasi awal ini dijadwalkan bergulir pada 28 Oktober 2026 mendatang. ISMI Kepri akan menggelar dialog kepemudaan bersama para pemangku adat dalam agenda “rembuk besembang” di Gedung LAM Kepri guna mematangkan konsep besar menuju satu abad Sumpah Pemuda.
Dengan sinergi yang kokoh antara pemuda, cendekiawan, dan para pemangku adat, ISMI Kepri optimistis gawe besar ini mampu mengangkat kembali marwah sejarah Kepulauan Riau di kancah nasional.
“Insyaallah Presiden Prabowo berkenan hadir. Ini sedang kita matangkan konsep persiapannya. Mudah-mudahan upacara 100 tahun Sumpah Pemuda terwujud di Pulau Penyengat. Bismillah,” pungkasnya penuh optimisme.
Editor: Budi Adriansyah

















