banner 728x250

Islah di LAM Kepri: Konflik Sas Joni dan Datuk Nazar Berakhir Damai di Hadapan Raja Al Hafiz

Ketua LAM Kepri tegaskan pentingnya persatuan Melayu dan rencana mempertemukan seluruh organisasi adat demi memperkuat harmoni di Kepulauan Riau

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Tanjungpinang – Suasana gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa, 18 November 2025, menjadi saksi upaya islah yang meredam ketegangan antara Sas Joni, Ketua GAMNR Tanjungpinang, dan Datuk M. Nazaruddin. Proses perdamaian itu dipimpin langsung oleh Ketua LAM Kepri, Raja Al Hafiz, dan disaksikan sejumlah pengurus LAM lainnya.

Raja Al Hafiz menegaskan bahwa penyelesaian secara damai merupakan pilihan terbaik bagi sesama masyarakat Melayu.

banner 325x300

“Kita ini orang Melayu, jadi harus berhati dingin. Alhamdulillah semua telah dibicarakan, disampaikan, dan diklarifikasi,” ujarnya setelah pertemuan.

Dia mengatakan LAM Kepri akan mengambil langkah terobosan untuk memperkuat konsolidasi antar organisasi Melayu. Menurutnya, pertemuan yang melibatkan seluruh organisasi Melayu se-Kepulauan Riau, khususnya di Tanjungpinang, akan digelar demi memperkuat persatuan.

“Harapan kita, antara Melayu dan lembaga adat dapat menyatu sehingga Melayu dapat berdiri tegak di negeri ini,” kata Raja Al Hafiz.

Ketua LAM Kepri itu juga membuka ruang bagi semua organisasi untuk memberikan masukan demi kebaikan masyarakat Melayu. Dia menegaskan persoalan antara Sas Joni dan Datuk Nazar kini telah selesai sepenuhnya.

“Sudah saling memaafkan, saling menjelaskan. Tidak ada maksud lain, hanya candaan yang kemudian disalahpahami,” katanya.

Islah ini bermula dari polemik penolakan sebagian pihak terhadap penunjukan Datuk Endi Maulidi sebagai Ketua Hulubalang LAM Kepri. Pemberitaan tersebut tersebar luas di media daring dan grup internal LAM Kepri, hingga muncul komentar Datuk M. Nazar yang berbunyi: “Hulubalang siapkan pasukan… kita lawan Sas Joni tu… sekali kita buat berdarah-darah di LAM tu.”

Pernyataan itu dianggap serius oleh Sas Joni sehingga dia mendatangi kantor LAM Kepri untuk meminta klarifikasi. Datuk Endi Maulidi sempat menyambut kedatangan Sas Joni sebelum proses musyawarah dipimpin langsung oleh Raja Al Hafiz dengan didampingi sejumlah pengurus seperti Samsami dan Yudi, Ketua Hulubalang LAM Tanjungpinang.

Setelah rapat dengar pendapat, kedua pihak sepakat untuk berdamai dan menutup persoalan tersebut.

Sas Joni menyampaikan harapannya agar perdamaian ini menjadi momentum memperkuat harmoni masyarakat Melayu di Kepri.

“LAM Kepri harus menjadi payung yang melindungi dan merangkul semua anak Melayu, baik yang di dalam maupun di luar struktur,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa persatuan adalah kunci untuk memajukan masyarakat Melayu di Kepulauan Riau.

Raja Al Hafiz mendukung penuh pernyataan tersebut.

“LAM Kepri akan terus bekerja untuk memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Melayu. Kita ingin semua anak Melayu dapat maju bersama,” tegasnya.

Dengan tercapainya islah ini, LAM Kepri berharap seluruh organisasi Melayu dapat kembali fokus pada upaya pelestarian adat, budaya, serta kemajuan masyarakat di Kepulauan Riau.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Mrd

banner 325x300
error: Content is protected !!