banner 728x250

IMADAR Desak Dinkes Malaka Transparan: Hasil Lab Sampel MBG SDK Kabukalaran Sudah Keluar, Mengapa Belum Dibuka ke Publik?

banner 120x600
banner 468x60

Malaka –

Ikatan Mahasiswa Dawan “R” (IMADAR) Kefamenanu meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka untuk tidak menutup-nutupi hasil pemeriksaan laboratorium terkait sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sampel muntahan siswa Sekolah Dasar Katolik (SDK) Kabukalaran, Kecamatan Weliman.

banner 325x300

Ketua Umum IMADAR Kefamenanu, Marlianus Jeriyanto Manek yang akrab disapa Jery Manek, menilai hasil pemeriksaan laboratorium tersebut merupakan informasi penting yang berkaitan langsung dengan kepentingan publik, khususnya para siswa, orang tua, sekolah, serta masyarakat yang membutuhkan kepastian mengenai peristiwa dugaan gangguan kesehatan yang terjadi setelah konsumsi makanan MBG.

“Kalau hasil laboratorium memang sudah keluar, maka pertanyaannya sederhana: mengapa hasil tersebut belum disampaikan kepada publik? Jangan sampai masyarakat justru dibiarkan bertanya-tanya dan berspekulasi,” tegas Jery Manek.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, Paskalia Frida Fahik, yang membenarkan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan sampel muntahan siswa SDK Kabukalaran telah keluar.

Namun, menurut keterangan Paskalia, hasil pemeriksaan tersebut masih menunggu arahan pimpinan daerah sebelum disampaikan kepada masyarakat. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui awak media POS-KUPANG.COM bersama sejumlah stafnya di depan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, Senin (21/9/2026).

Bagi IMADAR Kefamenanu, alasan masih menunggu arahan pimpinan daerah tidak boleh menjadi alasan untuk menunda informasi yang menyangkut keselamatan dan kesehatan peserta didik.

“Kami menghormati kewenangan pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi. Tetapi ketika hasil pemeriksaan sudah tersedia, masyarakat juga memiliki hak untuk mengetahui apa sebenarnya yang ditemukan dari pemeriksaan tersebut,” ujar Jery.

Ia menegaskan, IMADAR tidak bermaksud mendahului kesimpulan medis maupun hasil pemeriksaan laboratorium. Justru, IMADAR meminta agar pemerintah menyampaikan hasil tersebut secara utuh, objektif, dan berdasarkan data ilmiah, sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.

“Kalau hasilnya menunjukkan makanan tidak bermasalah, sampaikan secara terbuka. Kalau ada temuan tertentu, sampaikan juga berdasarkan hasil laboratorium. Jangan biarkan masyarakat hanya menerima potongan informasi tanpa kepastian,” tegasnya.

Menurut Jery, keterbukaan informasi dalam persoalan MBG sangat penting karena program tersebut menyangkut konsumsi makanan oleh anak-anak sekolah. Setiap dugaan gangguan kesehatan yang muncul setelah konsumsi makanan harus ditangani secara serius, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

IMADAR juga meminta pemerintah daerah tidak berhenti pada persoalan apakah kejadian di SDK Kabukalaran terbukti disebabkan oleh makanan atau tidak. Pemerintah perlu memastikan bahwa tata kelola penyediaan, pengolahan, distribusi, penyimpanan, hingga pengawasan makanan MBG benar-benar memenuhi standar keamanan pangan.

“Jangan sampai persoalan ini hanya selesai setelah hasil laboratorium keluar. Yang lebih penting adalah memastikan bagaimana sistem MBG ke depan berjalan dengan aman, sehingga siswa dan orang tua tidak merasa waswas ketika menerima makanan program pemerintah,” kata Jery.

IMADAR Kefamenanu meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka bersama pemerintah daerah segera memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat mengenai hasil pemeriksaan laboratorium tersebut.

“Kami meminta pemerintah terbuka. Publik tidak membutuhkan spekulasi, publik membutuhkan fakta. Sampaikan hasil laboratorium berdasarkan data dan jelaskan langkah pemerintah setelah hasil itu diketahui,” tutup Jery Manek.

Editor: Jery Manek

banner 325x300
error: Content is protected !!