BINTAN, Radar Perbatasan.com – Suasana penuh haru menyelimuti Jalan Tirta Madu, Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, pada Kamis 20 Agustus 2026. Di tengah semarak perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, jajaran Satlantas Polres Bintan menyuguhkan kisah kemanusiaan yang menyentuh hati masyarakat.
Aksi sosial penuh empati ini dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Bintan, IPTU Yelvis Oktaviano, bersama para personelnya. Sasaran utamanya adalah Liusman Laia, seorang buruh tani yang harus merelakan kakinya diamputasi akibat musibah kecelakaan lalu lintas.
Polantas hadir membawa secercah harapan dengan menyerahkan 1 (satu) set kaki palsu secara langsung kepada Liusman. Bantuan mobilitas ini diharapkan menjadi jalan pembuka bagi Liusman untuk kembali beraktivitas dan menyambung asa sebagai pencari nafkah.
Tidak berhenti pada bantuan utama tersebut, Satlantas Polres Bintan juga berbagi kebahagiaan dengan menyalurkan 10 paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi kegiatan.
Wujud Nyata Polri yang Humanis
Kasatlantas Polres Bintan, IPTU Yelvis Oktaviano, mengungkapkan bahwa bakti sosial ini merupakan representasi tulus dari kepedulian institusi Polri terhadap masyarakat, khususnya para korban kecelakaan lalu lintas yang membutuhkan dukungan moril maupun materiel untuk bangkit.
“Melalui kegiatan sosial ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban korban dan masyarakat serta memberikan semangat dan dukungan moril,” ujar IPTU Yelvis di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa aksi ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Satlantas Polres Bintan dalam merajut hubungan yang harmonis dengan warga. Polri terus berupaya memperkuat kepercayaan publik melalui pelayanan yang cepat tanggap, humanis, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran jajaran kepolisian ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat, yang menilai langkah tersebut membuktikan bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan di jalan raya, tetapi juga hadir sebagai pengayom yang peduli di tengah-tengah kesulitan warga.
Editor: Budi Adriansyah

















