banner 728x250

Gubernur Pimpin Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino di Sulut

banner 120x600
banner 468x60

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama jajaran TNI, Polri, dan instansi terkait menggelar Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino Tahun 2026 di Lapangan Presisi Polda Sulawesi Utara pada Selasa kemarin 4 Agustus 2026. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus ini menjadi langkah strategis menyiapkan wilayah menghadapi potensi dampak El Nino yang diperkirakan akan memengaruhi kondisi cuaca dan ketersediaan air. Rabu (5/08/2026).

Apel dihadiri oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, Pangdam XIII/Merdeka, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, serta para pejabat utama Polda dan pimpinan instansi vertikal terkait lainnya. Hadir pula perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, dan SAR.

banner 325x300

Dalam amanatnya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa apel ini merupakan “bukti konkret komitmen strategis bersama dan langkah taktis” dalam menyiagakan personel serta sarana-prasarana penanggulangan bencana secara simultan. Ia menekankan pentingnya koordinasi antar-instansi untuk meminimalkan potensi kerugian akibat kekeringan, kebakaran hutan, dan gangguan pasokan air irigasi yang sering menyertai fenomena El Nino.

“Kesiapsiagaan kami harus menyentuh semua lini: mitigasi teknis, kesiapan logistik, serta kesiapan komunikasi publik. Pemerintah provinsi bersama aparat keamanan dan instansi terkait tidak akan menunggu krisis terjadi,” kata Gubernur Yuliusus, seperti dikutip dalam sambutannya.

Kapolda Sulawesi Utara Irjen Roycke Harry Langie menyampaikan dukungan penuh Polri dalam operasi tanggap darurat, termasuk patroli antisipasi kebakaran hutan dan bantuan evakuasi jika diperlukan. Sementara Pangdam XIII/Merdeka menyatakan kesiapan personel TNI untuk mendukung distribusi logistik dan operasi lapangan.
Apel tersebut juga menjadi ajang pengecekan kesiapan sarana-prasarana: posko darurat, kendaraan tanggap bencana, peralatan pemadam, serta stok logistik untuk kebutuhan dasar masyarakat.

BPBD Provinsi Sulut memaparkan rencana kontingensi berdasarkan peta kerawanan wilayah yang memprioritaskan daerah-daerah rentan kekeringan dan wilayah dengan sistem irigasi kritis. Para peserta apel menandatangani pakta integritas untuk memperkuat komitmen kerja sama lintas sektoral dalam penanggulangan dampak El Nino. Pemprov menghimbau warga agar turut serta melakukan langkah mitigasi mandiri, seperti pengelolaan air yang efisien, pencegahan pembakaran lahan, dan pelaporan dini bila menemukan titik api.

( Sy )

banner 325x300
error: Content is protected !!