SIKKA — Dampak gempa bumi tektonik yang mengguncang Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, terus menjadi perhatian pemerintah dan berbagai unsur penanggulangan bencana. Berdasarkan Infografis Tanggap Darurat Gempa Bumi Kabupaten Sikka per 4 September 2026, sebanyak 352.794 jiwa tercatat terdampak bencana tersebut.
Data tersebut dihimpun oleh Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka bersama unsur pemerintah, TNI, Polri, lembaga kesehatan, BMKG, Bulog, PMI dan sejumlah instansi terkait.
Dari total masyarakat terdampak tersebut, komposisinya terdiri atas 49 persen laki-laki dan 51 persen perempuan. Dampak bencana tersebar pada 21 kecamatan dan 194 desa/kelurahan di Kabupaten Sikka.
55 Korban, Enam Meninggal Dunia
Data korban mencatat sebanyak 55 jiwa terdampak langsung dengan tingkat kondisi yang berbeda.
Rinciannya, enam orang meninggal dunia, 26 orang mengalami luka berat, sementara 23 orang mengalami luka ringan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa penanganan terhadap korban masih menjadi salah satu prioritas dalam masa tanggap darurat, terutama untuk memastikan korban luka mendapatkan pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar yang memadai.
3.645 Warga Mengungsi
Selain korban, gempa juga menyebabkan ribuan warga harus meninggalkan tempat tinggalnya dan mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Posko mencatat terdapat 972 kepala keluarga atau 3.645 jiwa yang mengungsi.
Data pengungsi tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan pendataan yang terus dilakukan oleh petugas di lapangan untuk memastikan kebutuhan dasar para penyintas dapat terpenuhi.
Hampir 5.000 Rumah Masuk Pendataan Kerusakan
Kerusakan rumah warga menjadi salah satu dampak terbesar dari gempa bumi di Sikka.
Pada tahap pertama, hasil verifikasi awal di lapangan mencatat 4.248 rumah mengalami kerusakan. Rinciannya, 939 rumah rusak berat, 2.457 rusak ringan dan 852 rusak sedang.
Sementara pada tahap kedua, setelah dilakukan pemutakhiran dan pemadanan data NIK serta Kartu Keluarga, tercatat 4.937 rumah masuk dalam pendataan kerusakan.
Dari jumlah tersebut, 3.096 rumah mengalami rusak ringan, 1.122 rusak sedang dan 719 rusak berat.
Perbedaan angka antara tahap pertama dan tahap kedua menunjukkan bahwa proses pendataan dan verifikasi kerusakan masih berlangsung dan terus diperbarui.
303 Fasilitas Umum Rusak
Gempa tidak hanya berdampak pada rumah warga, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum.
Total terdapat 303 unit fasilitas umum yang tercatat mengalami kerusakan.
Kerusakan tersebut meliputi 93 fasilitas kesehatan, 79 rumah ibadah, 75 bangunan pemerintah, 38 fasilitas pendidikan, 10 prasarana dan delapan unit jalan.
Berdasarkan tingkat kerusakannya, tercatat 140 unit rusak ringan, 82 unit rusak sedang dan 81 unit rusak berat.
Fasilitas kesehatan menjadi salah satu sektor yang mengalami kerusakan cukup signifikan, sehingga pemulihan sarana pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana.
Distribusi Logistik Menjangkau 21 Kecamatan
Untuk memenuhi kebutuhan para penyintas, pemerintah bersama berbagai lembaga juga terus melakukan distribusi bantuan logistik.
Dalam data Posko Tanggap Darurat, distribusi logistik telah menjangkau 21 kecamatan dengan 96 jenis item bantuan.
Sepuluh jenis bantuan dengan distribusi terbesar antara lain air mineral gelas sebanyak 304.711 pcs, mie instan 108.265 pcs, telur 50.854 butir, beras 37.150 kilogram, pop mie 35.159 pcs, biskuit 22.271 pcs, air mineral 600 ml 18.336 pcs, pembalut 17.046 pcs, pati 9.868 pcs serta paket sembako sebanyak 6.033 paket.
Distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya warga yang masih berada di lokasi pengungsian.
Penanganan Terus Dilakukan
Dengan jumlah masyarakat terdampak mencapai lebih dari 352 ribu jiwa, penanganan gempa Sikka membutuhkan koordinasi lintas sektor dan dukungan berbagai pihak.
Pendataan korban, pengungsi, kerusakan rumah dan fasilitas umum masih menjadi dasar penting untuk menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, perbaikan infrastruktur hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Posko Tanggap Darurat Kabupaten Sikka mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Data dalam berita ini mengacu pada Infografis Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka tertanggal 4 September 2026.
Yuven Fernandez

















