Kefamenanu –
Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Bencana tersebut menimbulkan kerusakan, kepanikan, korban luka, hingga korban meninggal dunia di sejumlah wilayah terdampak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WIB. Gempa dangkal tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri BMKG pada pukul 07.30 WIB setelah dilakukan pemantauan. BMKG juga mencatat ratusan gempa susulan setelah gempa utama.
Situasi tersebut menggugah keprihatinan Ikatan Mahasiswa Dawan “R” (IMADAR) Kefamenanu. Organisasi mahasiswa tersebut menyerukan solidaritas kemanusiaan kepada seluruh masyarakat Flores yang terdampak.
Ketua Umum IMADAR Kefamenanu, Marlianus Jeriyanto Manek yang akrab disapa Jeri Manek, menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban yang meninggal dunia serta keluarga yang ditinggalkan.
“Atas nama Ikatan Mahasiswa Dawan ‘ “R” (IMADAR) Kefamenanu, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh korban yang meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan. Kehilangan saudara, orang tua, anak maupun anggota keluarga dalam sebuah bencana adalah luka yang tidak mudah untuk diterima. Semoga mereka yang telah berpulang mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Jeri Manek.
Jeri menegaskan, korban jiwa dalam bencana tidak boleh dipandang hanya sebagai angka dalam laporan. Di balik setiap korban terdapat keluarga, cita-cita dan kehidupan yang harus ditinggalkan.
Menurutnya, duka yang dirasakan masyarakat Flores merupakan duka seluruh masyarakat NTT.
“Flores bukan hanya Flores. Flores adalah bagian dari NTT. Ketika saudara-saudara kita di Flores berduka, maka kita semua ikut berduka. Saat seperti inilah persaudaraan harus kita buktikan, bukan hanya kita ucapkan,” tegasnya.
Selain menyampaikan belasungkawa kepada korban meninggal dunia, IMADAR Kefamenanu juga memberikan pesan penguatan kepada masyarakat yang masih berada di wilayah terdampak.
Jeri mengajak masyarakat yang rumahnya rusak, sedang mengungsi, mengalami luka maupun kehilangan anggota keluarga agar tetap kuat dan tidak kehilangan harapan.
“Untuk saudara-saudara kita yang saat ini masih menghadapi dampak gempa, yang kehilangan rumah, yang mengungsi, yang terluka maupun yang masih mencari anggota keluarganya, tetaplah kuat. Jangan menyerah. Kalian tidak sendiri. Kami di Kefamenanu ikut mendoakan dan menguatkan kalian,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan dan tidak terburu-buru kembali ke bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas.
IMADAR Kefamenanu mengapresiasi pemerintah, TNI-Polri, Basarnas, BPBD, tenaga kesehatan, relawan dan masyarakat yang telah bergerak dalam proses evakuasi, pencarian korban serta penanganan dampak gempa.
Jeri berharap seluruh unsur terkait terus bekerja maksimal dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.
“Keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama. Masyarakat yang terluka harus mendapatkan pelayanan kesehatan, warga yang kehilangan tempat tinggal harus diperhatikan, dan proses pendataan kerusakan maupun pemulihan harus dilakukan secara cepat, terkoordinasi dan tepat sasaran,” ujarnya.
Upaya bantuan terhadap masyarakat terdampak juga terus dilakukan berbagai pihak. Pemerintah dan lembaga terkait telah mengerahkan personel serta bantuan ke sejumlah wilayah terdampak.
Di tengah kondisi darurat, Jeri juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Mari menjadi masyarakat yang cerdas dalam menerima informasi. Jangan menyebarkan kabar yang sumbernya tidak jelas. Dalam situasi bencana, informasi yang salah bisa menimbulkan kepanikan dan bahkan membahayakan keselamatan masyarakat,” tegasnya.
IMADAR mengajak masyarakat menjadikan BMKG dan pemerintah sebagai rujukan utama untuk mendapatkan informasi mengenai gempa susulan, peringatan kebencanaan dan perkembangan penanganan di lapangan.
Bagi IMADAR Kefamenanu, bencana yang menimpa Flores merupakan momentum untuk memperkuat rasa persaudaraan antarsesama masyarakat NTT.
Jeri mengatakan, generasi muda harus mampu mengambil bagian dalam situasi kemanusiaan, baik melalui doa, dukungan moral, penyebaran informasi yang benar maupun bantuan nyata sesuai kemampuan.
“Kami tidak ingin solidaritas hanya berhenti pada ucapan. Jika ada kemampuan untuk membantu, mari kita membantu. Jika belum mampu memberikan bantuan materi, kita bisa memberikan doa, dukungan moral dan informasi yang benar. Yang terpenting, jangan biarkan saudara-saudara kita di Flores merasa sendirian,” tutur Jeri.
Ia berharap proses pencarian dan penyelamatan korban, penanganan warga yang terluka, pendataan kerusakan serta pemulihan pascabencana dapat berjalan secara cepat, transparan dan tepat sasaran.
Bagi masyarakat Flores yang saat ini masih berada dalam situasi sulit, IMADAR menitipkan pesan:
“Luka ini mungkin berat, tetapi jangan kehilangan harapan. Tetap saling menjaga, saling menguatkan dan percaya bahwa setelah masa sulit ini akan ada kesempatan untuk bangkit kembali.”
Gempa boleh mengguncang tanah Flores, tetapi tidak boleh mengguncang persaudaraan masyarakat NTT.
Dari Kefamenanu, IMADAR menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Flores:
“Untuk mereka yang telah pergi, kami kirimkan doa. Untuk keluarga yang ditinggalkan, kami kirimkan kekuatan. Untuk mereka yang terluka, kami kirimkan harapan. Untuk mereka yang masih bertahan, tetaplah kuat. Flores tidak sendiri. NTT berdiri bersama.”
Editor: Jery Manek

















