Laporan : Boni Atolan / Yuven Fernandez
KUPANG — 28 Agustus 2026
Bencana gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 meninggalkan kerusakan yang jauh lebih besar dibandingkan data awal.
Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT) per 27 Agustus 2026 pukul 18.00 WITA menunjukkan, sebanyak 130 orang meninggal dunia, 1.760 orang mengalami luka-luka, sementara 179.960 warga masih mengungsi.
Yang paling mengkhawatirkan, jumlah rumah yang mengalami kerusakan telah mencapai sekitar 87.953 unit.
Angka tersebut tersebar di tujuh kabupaten terdampak, yakni Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Ngada dan Nagekeo.
Manggarai Timur dan Manggarai Jadi Wilayah dengan Kerusakan Besar
Berdasarkan tabel BPBD NTT, kerusakan rumah terjadi dalam tiga kategori, yakni rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.
Di Manggarai, tercatat 7.623 rumah rusak berat, 6.777 rusak sedang dan 8.130 rusak ringan.
Di Manggarai Barat, sebanyak 3.314 rumah rusak berat, 1.538 rusak sedang dan 4.830 rusak ringan.
Sementara Manggarai Timur mencatat kerusakan sangat besar, dengan 7.615 rumah rusak berat, 5.619 rusak sedang dan 9.395 rusak ringan.
Di Ende, kerusakan tercatat mencapai sekitar 7.968 rumah. Sikka sekitar 4.505 rumah, Ngada sekitar 10.839 rumah, sedangkan Nagekeo mencapai 9.644 rumah.
Data tersebut menunjukkan bahwa dampak gempa tidak hanya menyangkut korban jiwa, tetapi telah berubah menjadi persoalan besar pada sektor permukiman dan kehidupan sosial masyarakat.
179.960 Orang Masih Mengungsi
Besarnya jumlah pengungsi menjadi salah satu persoalan paling serius.
BPBD NTT mencatat 179.960 orang masih berada dalam kondisi pengungsian.
Angka tersebut menggambarkan bahwa sebagian besar warga belum sepenuhnya merasa aman untuk kembali ke rumah, terutama karena banyak bangunan mengalami kerusakan dan aktivitas gempa susulan masih berlangsung.
Sebelumnya, BNPB pada 26 Agustus mencatat 179.037 warga mengungsi, 105 orang meninggal, 1.678 orang luka-luka dan 81.436 rumah rusak. Perbedaan angka dengan BPBD NTT menunjukkan bahwa proses pendataan di lapangan masih terus bergerak dan mengalami pemutakhiran.
Korban Jiwa Terus Bertambah
Data BPBD terbaru juga memperlihatkan korban meninggal dunia telah mencapai 130 orang.
Korban tersebar di tujuh kabupaten. Manggarai dan Manggarai Timur menjadi dua wilayah yang mencatat dampak korban paling berat.
Sebelumnya, hingga 26 Agustus BPBD NTT mencatat 111 korban meninggal dunia. Dengan demikian, berdasarkan tabel terbaru, terdapat peningkatan menjadi 130 korban meninggal. Data ini sekaligus memperlihatkan bahwa dampak gempa masih terus dirasakan meski hampir dua pekan berlalu sejak gempa utama.
Perbedaan angka antara BPBD NTT dan BNPB sebelumnya juga telah terjadi. Pada 26 Agustus, BPBD mencatat 111 meninggal dan 1.693 luka-luka, sementara BNPB mencatat 105 meninggal dan 1.678 luka-luka.
Sumber : BPBD NTT / Berbagai Sumber
Editor : Boni Atolan.

















