MALAKA — Puskesmas Biudukfoho, Kabupaten Malaka, terus melakukan pembenahan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP).
Hal tersebut terlihat dari hasil kunjungan evaluasi pelaksanaan ILP yang dilakukan Tim Pakar Kesehatan Kabupaten Malaka bersama Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka ke Puskesmas Biudukfoho pada Juni 2026, sebelum pelaksanaan kunjungan kaji banding kedua ke Gunung Kidul.
Dari hasil evaluasi tersebut, terdapat sejumlah capaian pada masing-masing klaster pelayanan. Klaster 1 bidang manajemen mencapai 50 persen.
Sementara itu, Klaster 2 yang mencakup pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) mencapai capaian tertinggi, yakni 90 persen.
Untuk Klaster 3, yang mencakup pelayanan kesehatan usia dewasa dan lanjut usia, mencapai 61 persen. Sedangkan Klaster 4, yang berkaitan dengan penanggulangan penyakit menular dan kesehatan lingkungan, mencapai 66 persen.
Adapun Klaster 5 atau lintas klaster yang meliputi pelayanan kesehatan gigi dan mulut, kegawatdaruratan anak, farmasi, laboratorium, serta pelayanan rawat inap mencapai 65 persen.
Kepala Puskesmas Biudukfoho, Beatus Setrinus Nahak, S.Kep., Ns., mengatakan hasil evaluasi tersebut menjadi bahan penting bagi pihaknya untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, capaian yang diperoleh tidak hanya menjadi gambaran terhadap pelaksanaan ILP di Puskesmas Biudukfoho, tetapi juga menjadi dasar untuk memperbaiki berbagai aspek pelayanan yang masih perlu ditingkatkan.
“Hingga saat ini kami terus berbenah demi peningkatan pelayanan berbasis digitalisasi,” ujarnya.
Penerapan ILP di tingkat puskesmas diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi, mulai dari pelayanan promotif dan preventif hingga pelayanan kesehatan bagi berbagai kelompok usia.
Dengan evaluasi secara berkala, Puskesmas Biudukfoho menargetkan setiap klaster pelayanan dapat terus mengalami peningkatan sehingga kebutuhan kesehatan masyarakat dapat dilayani secara lebih cepat, terintegrasi, dan berkualitas.
Editor : Boni Atolan

















