banner 728x250

Disarpus Sikka Gencar Sosialisasikan Survei Perpusnas, Ajak Masyarakat Berpartisipasi Isi Kuesioner TGM 2026

banner 120x600
banner 468x60

Maumere, Sikka. Radar Perbatasan. Com

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka terus menggencarkan sosialisasi dan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sikka untuk berpartisipasi dalam pengisian Survei Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dalam rangka penilaian Indeks Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Tahun 2026.

banner 325x300

Sosialisasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Disarpus Sikka mendorong peningkatan budaya membaca sekaligus memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kebiasaan, minat dan aktivitas membaca masyarakat di Kabupaten Sikka.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Awales Syukur, S.Sos., M.Th., mengatakan partisipasi masyarakat dalam survei tersebut sangat penting karena hasil pengisian kuesioner menjadi bagian dari proses pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca masyarakat.

“Ini bukan sekadar mengisi kuesioner. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk menggambarkan kondisi kegemaran membaca masyarakat Sikka. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam survei ini,” ujar Awales ketika ditemui di ruang kerjanya Disarpus Sikka, jalan El Tari Maumere, Selasa, 22/09/2026.

Menurutnya, peningkatan indeks kegemaran membaca bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau perpustakaan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, orang tua, ASN, pelaku usaha, komunitas, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga masyarakat umum di desa dan kelurahan.

“Kalau kita ingin budaya membaca tumbuh, maka gerakannya harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah menyediakan fasilitas dan program, tetapi masyarakatlah yang menjadi kekuatan utama dalam membangun budaya membaca,” tegasnya.

Disarpus Sikka terus mendorong agar Tingkat Kegemaran Membaca masyarakat mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data tahun 2025, Indeks Tingkat Kegemaran Membaca Kabupaten Sikka tercatat 58,53 dan masih berada pada kategori rendah. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Disarpus Sikka untuk semakin memperkuat berbagai program literasi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengukuran TGM Tahun 2026.

Disarpus Sikka berharap hasil pengukuran tahun 2026 dapat memberikan gambaran perkembangan budaya membaca masyarakat secara lebih objektif serta menjadi bahan evaluasi dalam merancang kebijakan dan program literasi yang lebih tepat ke depan.

“Angka indeks bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana angka itu menjadi cermin bagi kita untuk terus memperbaiki budaya membaca di Sikka,” kata Awales.

Upaya meningkatkan TGM tersebut sejalan dengan berbagai program literasi yang sedang dikembangkan Disarpus Sikka, di antaranya Gerakan 30 Menit Membaca, Gerakan 1 ASN 1 Buku, Wisata Literasi dan Sains, Gerakan Antar Jemput Buku (GRAJB), Pocadi, Cafe Literasi, Eksekutif Class, Gong Literasi, serta berbagai kegiatan literasi yang menyasar sekolah, masyarakat, komunitas dan lingkungan pemerintahan.

Disarpus Sikka juga terus mengembangkan layanan Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda sebagai ruang belajar, membaca, berdiskusi dan berkegiatan bagi masyarakat.

Menurut Awales, berbagai program tersebut harus berjalan beriringan dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam survei TGM.

“Program literasi harus kita ukur dampaknya. Karena itu, survei Perpusnas ini penting. Masyarakat jangan hanya menjadi objek, tetapi harus menjadi bagian dari gerakan literasi itu sendiri,” ujarnya.

Disarpus Sikka secara khusus mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka, pimpinan perangkat daerah, guru, tenaga kependidikan, pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, keluarga serta masyarakat umum untuk mengisi kuesioner survei secara jujur dan sesuai dengan kondisi yang dialami masing-masing responden.

Masyarakat juga diharapkan membantu menyebarluaskan informasi survei tersebut kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan masyarakat lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Sikka.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Nian Tana Sikka untuk bersama-sama mengambil bagian. Satu orang mengisi kuesioner mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan bersama-sama oleh masyarakat Sikka, dampaknya akan sangat berarti bagi pembangunan literasi kita,” kata Awales.

Ia menambahkan, peningkatan budaya membaca pada akhirnya bukan hanya berbicara mengenai buku, tetapi juga berkaitan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat yang memiliki kebiasaan membaca dan kemampuan memahami informasi akan lebih siap menghadapi perubahan zaman, perkembangan teknologi serta berbagai tantangan kehidupan sosial dan ekonomi.

Karena itu, Disarpus Sikka mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum survei TGM 2026 sebagai bagian dari gerakan bersama untuk membangun Sikka yang semakin literat, cerdas, kritis dan berpengetahuan.

“Mari kita isi surveinya, mari kita dukung gerakan literasi, dan mari kita bangun budaya membaca dari keluarga, sekolah, tempat kerja hingga lingkungan masyarakat. Salam Literasi dan Salam Arsip,” pungkas Awales.

Masyarakat Kabupaten Sikka dapat berpartisipasi dalam Survei Tingkat Kegemaran Membaca Tahun 2026 melalui tautan:
https://survey.perpusnas.go.id/index.php/995335
Disarpus Sikka mengimbau agar kuesioner diisi sesuai kondisi dan pengalaman masing-masing responden sehingga data yang diperoleh dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai tingkat kegemaran membaca masyarakat Kabupaten Sikka.

Mari bersama-sama tingkatkan budaya membaca di Nian Tana Sikka. Satu kuesioner, satu partisipasi, menjadi bagian dari gerakan besar membangun budaya literasi, tutupnya.

Yuven Fernandez

banner 325x300
error: Content is protected !!