Malaka, NTT – Para guru dari SMA di Kabupaten Malaka mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru dalam Literasi dan Numerasi selama empat hari yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi NTT di SMAN Harekakae. Setiap sekolah SMA mengirimkan dua guru sebagai peserta, dan pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Universitas Nusa Cendana (Undana) serta Universitas Muhammadiyah.
Kepala SMAN Harekakae, Robert Bria Tahuk, S.Pd, menyatakan bahwa pelatihan ini dirancang agar guru tidak hanya memahami konsep literasi dan numerasi, tetapi juga mampu menuangkan gagasan pendidikan ke dalam tulisan deskriptif dan analitis. “Kami berharap setelah kegiatan ini, bapak dan ibu guru memiliki pemahaman utuh tentang literasi dan numerasi, dan kemudian menularkannya ke guru-guru lain di masing-masing sekolah,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin .
Penjelasan dari Narasumber Undana: Menghubungkan Teori dengan Praktik di Sekolah
Menurut salah satu tim narasumber yang hadir dari Undana mengatakan — literasi dan numerasi tidak boleh dilihat sebagai kompetensi tersendiri yang berdiri sendiri, melainkan harus diintegrasikan ke dalam setiap mata pelajaran melalui konteks yang bermakna.
“Guru harus dibekali kemampuan untuk merancang kegiatan pembelajaran yang menggabungkan literasi dan numerasi — misalnya dengan soal cerita, data sederhana, analisis teks, interpretasi grafik — agar siswa tidak hanya ‘bisa membaca’ atau ‘bisa menghitung’, tetapi bisa memahami dan menghubungkan konsep dengan realitas,” jelasnya di sela sesi workshop.
Ia juga menekankan pentingnya guru mengembangkan kebiasaan menulis reflektif sebagai bagian dari profesinya: guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pengamat dan peneliti kecil terhadap praktik pembelajaran mereka sendiri. Dengan demikian, tulisan (deskripsi dan analisis) guru bisa menjadi bahan perbaikan berkelanjutan dan juga bahan berbagi pengalaman antar guru.
Dalam pelatihan ini, peserta dibimbing langkah demi langkah: mendesain RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang memuat elemen literasi-numerasi, menyusun soal dan tugas kontekstual, dan meninjau ulang tulisan hasil praktik bersama narasumber Undana dan Univ Muhammadiyah Kupang.
Rangkaian Materi dan Harapan Pascapelatihan
Materi selama empat hari mencakup:
Pembahasan mendalam mengenai literasi (pemahaman gagasan, interpretasi teks, berpikir kritis) dan numerasi (penggunaan angka, analisis data sederhana, pemecahan masalah)
Teknik menulis pendidikan: deskripsi observasi kelas, refleksi proses, dan analisis terhadap dampak penggunaan strategi literasi-numerasi
Workshop integrasi literasi & numerasi ke dalam RPP, media ajar, dan penilaian
Diskusi kelompok dan mentoring langsung dari narasumber Undana dan Universitas Muhammadiyah
Setelah pelatihan, para guru diharapkan:
1. Memiliki pemahaman menyeluruh terhadap literasi dan numerasi
2. Mampu membuat tulisan pendidikan (deskripsi, refleksi, analisis) sebagai bagian dari pengembangan profesional
3. Menularkan pengetahuan dan praktik baik ke guru-guru lain di sekolahnya
4. Mendukung peningkatan kompetensi siswa melalui metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna
Editor : Boni Atolan

















