banner 728x250

Desa Tunmat, Dusun Bubun Lumpuh Sinyal: Sekolah, Puskesmas hingga Posyandu Menanti Kehadiran Jaringan Telekomunikasi

banner 120x600
banner 468x60

Malaka –

Di tengah laju teknologi komunikasi yang semakin cepat, masih ada wilayah di Kabupaten Malaka yang seolah berada di luar jangkauan dunia digital.

banner 325x300

Di Dusun Bubun, Desa Tunmat, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka, masyarakat menghadapi persoalan yang hingga kini belum teratasi: tidak tersedianya sinyal telekomunikasi sama sekali.

Bukan sekadar sinyal lemah. Bukan pula harus mencari titik tertentu agar telepon dapat tersambung. Sinyal telekomunikasi disebut tidak tersedia di wilayah tersebut.

Kondisi ini bukan hanya menjadi persoalan bagi masyarakat dalam berkomunikasi sehari-hari. Dampaknya juga dirasakan oleh dunia pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas sosial masyarakat.

Di wilayah Bubun terdapat sejumlah fasilitas yang melayani kebutuhan masyarakat, antara lain PAUD Taman Seminari Santa Sisilia Malaka, SDI Bubun, SMP Negeri Satap Bubun, Puskesmas, Kapela, dan Posyandu.

Namun, di tengah keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut, akses komunikasi masih menjadi pekerjaan rumah.

Bagi sekolah, jaringan telekomunikasi bukan lagi sekadar fasilitas tambahan.

Perkembangan sistem pendidikan saat ini semakin membutuhkan akses internet dan komunikasi digital, baik untuk memperoleh informasi, berkoordinasi dengan orang tua peserta didik, berkomunikasi dengan dinas terkait, maupun menjalankan berbagai kebutuhan administrasi dan pembelajaran.

Dalam situasi seperti ini, ketiadaan jaringan dapat menjadi hambatan tersendiri bagi sekolah yang berada di wilayah Bubun.

Guru dan tenaga kependidikan harus menghadapi keterbatasan ketika membutuhkan komunikasi dengan pihak luar. Informasi yang seharusnya dapat diterima dan disampaikan dengan cepat dapat menjadi lebih sulit ketika tidak tersedia jaringan telekomunikasi.

Di saat dunia pendidikan bergerak menuju era digital, sekolah-sekolah di Bubun masih berhadapan dengan persoalan paling mendasar: bagaimana bisa terhubung ketika sinyal pun belum hadir?

Persoalan jaringan juga menjadi penting karena Bubun memiliki fasilitas pelayanan kesehatan.

Puskesmas dan Posyandu merupakan bagian dari pelayanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Dalam pelayanan kesehatan, komunikasi yang cepat dibutuhkan untuk mendukung koordinasi, penyampaian informasi, serta hubungan dengan pihak-pihak terkait.

Kondisi serupa juga berlaku bagi aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat, termasuk kegiatan di Kapela yang berada di wilayah tersebut.

Karena itu, kebutuhan terhadap jaringan telekomunikasi di Bubun tidak hanya berkaitan dengan kepentingan komunikasi pribadi, tetapi menyentuh aspek pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, sosial, keagamaan, dan akses informasi.

Masyarakat berharap persoalan tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Malaka, pemerintah pusat melalui instansi terkait, serta operator telekomunikasi.

Masyarakat meminta agar kondisi jaringan di Bubun tidak hanya dinilai dari laporan administratif, tetapi dilihat langsung melalui survei lapangan.

Survei tersebut diharapkan dapat memetakan kondisi wilayah, kebutuhan masyarakat, keberadaan fasilitas pelayanan publik, serta kemungkinan pembangunan infrastruktur telekomunikasi seperti BTS, tower, atau pemancar jaringan apabila secara teknis dan berdasarkan program yang berlaku dinilai memungkinkan.

Kehadiran infrastruktur telekomunikasi di wilayah tersebut diharapkan dapat membuka akses komunikasi bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas sekolah, pelayanan kesehatan, dan berbagai kegiatan sosial.

Harapan masyarakat sebenarnya sederhana.

Mereka tidak sedang meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin bisa berkomunikasi, memperoleh informasi, dan terhubung dengan dunia luar.

Jangan sampai sekolah sudah berdiri, Puskesmas telah melayani, Posyandu berjalan, Kapela menjadi tempat berkumpul dan beribadah, tetapi masyarakat masih menghadapi keterisolasian komunikasi karena tidak adanya jaringan telekomunikasi.

Sebab, di era sekarang, akses komunikasi memiliki hubungan erat dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Ketika sinyal tidak hadir, yang terputus bukan hanya sambungan telepon. Akses terhadap informasi, koordinasi, pelayanan, dan berbagai peluang juga ikut terbatas.

Karena itu, masyarakat berharap persoalan ini tidak berhenti sebagai keluhan yang berulang dari waktu ke waktu.

Mereka menginginkan langkah nyata: survei, pemetaan, kajian teknis, dan tindak lanjut pembangunan infrastruktur telekomunikasi apabila memenuhi persyaratan serta tersedia dalam kebijakan dan program pemerintah maupun operator.

Bubun tidak meminta kemewahan.

Bubun hanya meminta akses untuk terhubung.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, masyarakat berharap Dusun Bubun tidak terus berada dalam kondisi “gelap sinyal”.

Sudah saatnya kondisi lapangan dilihat. Sudah saatnya kebutuhan masyarakat didengar. Dan apabila hasil kajian menunjukkan kelayakan, sudah saatnya infrastruktur telekomunikasi hadir untuk mendukung pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, aktivitas sosial, dan kehidupan masyarakat Bubun.

Sebab pembangunan bukan hanya tentang membangun jalan, gedung, atau fasilitas fisik. Pembangunan juga tentang memastikan masyarakat memiliki akses untuk terhubung dengan dunia.

Bubun menunggu sinyal. Bubun menunggu konektivitas. Bubun menunggu kehadiran.

Penulis: Jery Manek

banner 325x300
error: Content is protected !!