banner 728x250

Coffee Morning SMAN Harekakae Jadi Forum Evaluasi, Robertus Perkuat Disiplin dan Tanggung Jawab Warga Sekolah

banner 120x600
banner 468x60

MALAKA, 7 September 2026 —

Kepala SMAN Harekakae, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, Robertus Bria Tahuk, S.Pd., menggelar coffee morning bersama seluruh unsur sekolah sebagai forum evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.

banner 325x300

Kegiatan yang berlangsung Senin pagi, 7 September 2026, tersebut melibatkan guru, pegawai, petugas keamanan (security), tenaga kebersihan (cleaning service), hingga penjaga sekolah.

Forum tersebut tidak sekadar menjadi pertemuan rutin, tetapi dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi bersama untuk melihat kembali berbagai kegiatan yang telah berjalan, mengidentifikasi kekurangan, sekaligus mencari langkah perbaikan agar pelayanan pendidikan di sekolah semakin efektif.

Robertus memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menyampaikan secara terbuka apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan selama pelaksanaan kegiatan sekolah.

“Semua diberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang dilihat, didengar dan dirasakan terkait kegiatan yang sudah berjalan. Dari situ kita melihat kekurangan untuk kemudian dibenahi bersama,” ujar Robertus.

Disiplin Dimulai dari Pintu Gerbang

Salah satu penekanan utama dalam evaluasi tersebut adalah kedisiplinan waktu, khususnya kehadiran guru dan siswa pada pagi hari.

Robertus mengatakan, ketentuan mengenai jam masuk sekolah telah dituangkan dalam tata tertib sekolah berdasarkan kesepakatan bersama. Pintu gerbang sekolah ditutup pada pukul 07.16 WITA sebagai bagian dari upaya membangun budaya disiplin.

Ketentuan tersebut berlaku bagi seluruh warga sekolah, termasuk guru dan siswa yang datang terlambat.

“Penekanan kehadiran guru pada pagi hari menjadi salah satu perhatian. Sesuai kesepakatan yang dituangkan dalam tata tertib sekolah, pukul 07.16 pintu gerbang ditutup,” jelasnya.

Kebijakan tersebut, kata dia, bukan semata-mata untuk memberikan sanksi, tetapi untuk membangun kebiasaan tepat waktu dan memberikan contoh kedisiplinan kepada siswa.

Pembelajaran Harus Sesuai Roster dan Perangkat

Selain kehadiran, Robertus menekankan pentingnya kualitas proses pembelajaran di dalam kelas.

Guru diwajibkan melayani siswa sesuai roster atau jadwal pelajaran yang telah ditetapkan dengan menggunakan perangkat pembelajaran sebagai bagian dari persiapan mengajar.

Pimpinan sekolah akan melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan pembelajaran benar-benar berlangsung sesuai ketentuan.

“Guru melayani anak dalam pembelajaran sesuai roster dengan menggunakan perangkat pembelajaran. Monitoring akan dilakukan oleh pimpinan di kelas,” katanya.

Robertus menegaskan, apabila dalam monitoring ditemukan guru tidak melaksanakan pembelajaran sebagaimana ketentuan, termasuk tidak menggunakan perangkat pembelajaran, maka akan dilakukan evaluasi dan tindak lanjut sesuai aturan sekolah.

Demikian pula ketidakhadiran guru tanpa alasan atau urusan yang jelas akan menjadi bagian dari evaluasi kedisiplinan dan dapat dicatat sebagai ketidakhadiran tanpa keterangan sesuai tata tertib yang berlaku.

Bahkan, apabila terdapat guru yang tidak menjalankan tugas pelayanan pembelajaran di kelas secara konsisten, pihak sekolah akan mempertimbangkan penyesuaian beban atau jam mengajar sesuai ketentuan yang berlaku.

Ekstrakurikuler Wajib Didampingi Guru

Robertus juga menegaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian penting dalam pengembangan potensi dan karakter siswa.

Karena itu, setiap kegiatan ekstrakurikuler wajib didampingi guru sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Pendampingan tersebut diperlukan agar kegiatan berjalan terarah, aman, dan memberikan manfaat bagi perkembangan bakat serta minat peserta didik.

“Untuk kegiatan ekstrakurikuler, harus ada guru pendamping sesuai jadwal. Jangan sampai kegiatan berjalan tanpa pendampingan,” tegasnya.

Setiap Unsur Memiliki Tanggung Jawab

Dalam evaluasi tersebut, Robertus juga menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab guru.

Seluruh unsur sekolah memiliki tugas masing-masing yang saling mendukung.
Petugas keamanan (security) bertanggung jawab menjaga keamanan lingkungan sekolah selama proses pembelajaran hingga jam kepulangan siswa.

Sementara itu, tenaga cleaning service bertugas menjaga kebersihan lingkungan sekolah, termasuk memastikan fasilitas sanitasi seperti toilet guru dan siswa tetap bersih dan layak digunakan.

Adapun penjaga sekolah memiliki tanggung jawab menjaga keamanan sarana dan prasarana serta lingkungan sekolah.

Pembagian tugas tersebut diharapkan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, bersih, tertib, dan kondusif bagi proses pembelajaran.

Robertus mengatakan, evaluasi melalui coffee morning akan menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi internal yang lebih terbuka.

Menurutnya, setiap persoalan di sekolah perlu dibicarakan secara bersama sehingga solusi yang dihasilkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

“Kita ingin semua unsur sekolah merasa memiliki tanggung jawab yang sama terhadap kemajuan sekolah. Kalau ada kekurangan, kita evaluasi dan perbaiki bersama,” ujarnya.

Ia berharap seluruh guru, pegawai, petugas keamanan, tenaga kebersihan, penjaga sekolah, serta siswa terus menjaga komitmen dan disiplin.

Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala, SMAN Harekakae berupaya memastikan setiap unsur sekolah menjalankan tugasnya secara profesional sehingga proses pendidikan berjalan efektif dan hak siswa untuk memperoleh pelayanan pembelajaran yang baik dapat terpenuhi.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!