banner 728x250

Bupati Bintan Putar Otak Atasi Keterbatasan Fiskal Daerah

Di tengah minimnya dana transfer pusat, Bupati Bintan Roby Kurniawan memacu kemandirian daerah lewat optimalisasi potensi lokal dalam rancangan APBD 2026 dan 2027

banner 120x600
banner 468x60

BINTAN, Radar Perbatasan.com – Pemerintah Kabupaten Bintan menunjukkan jurus jitu dalam menghadapi dinamika anggaran. Di tengah tantangan keterbatasan fiskal dan minimnya sokongan dana transfer dari pusat, Pemkab Bintan menegaskan komitmennya untuk mengelola keuangan secara cermat, efektif, dan tepat sasaran.

Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bintan dengan agenda penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027 di Ruang Sidang Paripurna DPRD Bintan, pada Senin 14 September 2026.

banner 325x300

Roby memaparkan, perubahan APBD 2026 dirancang untuk menyesuaikan kebijakan anggaran dengan dinamika riil di lapangan. Penyesuaian ini meliputi perubahan asumsi pendapatan, kebutuhan belanja, optimalisasi program, pemanfaatan Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (SiLPA), hingga sinkronisasi dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah.

Dalam rancangan tersebut, pendapatan daerah pada perubahan APBD 2026 diproyeksikan menyentuh angka Rp1,046 triliun lebih, berbanding lurus dengan alokasi belanja yang dipatok sebesar Rp1,155 triliun lebih.

Sementara itu, proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027 dirancang dengan kalkulasi yang lebih terukur dan strategis. Pendapatan daerah dipatok sebesar Rp992,80 miliar lebih, yang ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp368,46 miliar lebih, pendapatan transfer senilai Rp624,34 miliar lebih, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp4,10 miliar. Adapun belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp1,017 triliun lebih dengan pembiayaan netto sebesar Rp24,68 miliar lebih.

Menanggapi tantangan fiskal yang ada, Roby secara terbuka menyatakan bahwa kondisi tersebut tidak boleh menjadi batu sandungan bagi pemerintah daerah untuk terus bergerak maju.

“Keterbatasan fiskal bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Justru ini menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi potensi daerah dan peningkatan PAD,” tegas Roby di hadapan para legislator.

Sebagai motor penggerak, APBD 2027 mengusung tema besar bertajuk “Meningkatkan Akselerasi Kesejahteraan Berbasis Produktivitas Ekonomi Unggulan, SDM Berkualitas, Lingkungan Lestari, dan Tata Kelola Inovatif.” Guna mewujudkan visi tersebut, roda pembangunan Bintan akan difokuskan pada sektor-sektor andalan, mulai dari pariwisata, kelautan dan perikanan, pertanian, pengembangan kawasan industri, pemberdayaan UMKM, ekonomi kreatif, hingga perluasan ruang investasi.

Menutup penyampaiannya, Roby berharap proses pembahasan kedua Ranperda ini dapat berjalan mulus dan menghasilkan produk kebijakan anggaran yang berpihak sepenuhnya kepada kepentingan masyarakat.

“Kita ingin setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong percepatan pembangunan Bintan,” pungkasnya.

Editor: Budi Adriansyah

 

banner 325x300
error: Content is protected !!