banner 728x250

Bukan Sekadar Tertib, SMAN Harekakae Bangun Disiplin Positif Siswa dari Dalam Kelas

banner 120x600
banner 468x60

Malaka, NTT — Disiplin di sekolah tidak semata-mata tentang aturan dan sanksi. Di SMAN Harekakae, Kabupaten Malaka, pembinaan siswa diarahkan pada pembentukan kesadaran untuk menjalankan tanggung jawab secara positif, termasuk melalui pembinaan disiplin positif di dalam kelas.

Upaya tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan pembinaan siswa yang digelar di aula SMAN Harekakae, Jumat, 3 Oktober 2026. Kegiatan diikuti sekitar 100 siswa yang merupakan perwakilan dari kelas XA, XG, XH, XI A dan XII A.

banner 325x300

Pembinaan tersebut berkaitan erat dengan tugas pembinaan kesiswaan di sekolah, terutama dalam membangun kebiasaan siswa agar mampu memahami disiplin bukan sebagai tekanan, melainkan sebagai bagian dari tanggung jawab dan budaya belajar.

Wakasek Humas SMAN Harekakae, Benedikta Sarinda Dahu, S.Ag., Gr, yang menjadi pemateri, menyampaikan materi tentang Disiplin Positif dalam Kelas. Ia didampingi jajaran Humas, yakni Dafrosa Luruk Nahak, S.Pd.Gr dan Agustina Vianelda Bria, S.Si.Gr.

Kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda sesaat. Pihak sekolah merencanakannya menjadi kegiatan rutin bagian Humas yang dilaksanakan setiap bulan.

Materi yang sama selanjutnya akan diberikan kepada siswa dari kelas-kelas lainnya secara bergilir. Pola tersebut diharapkan membuat pembinaan disiplin dapat menjangkau siswa secara lebih merata.

Bagi sekolah, pembinaan seperti ini menjadi ruang untuk membangun pemahaman siswa mengenai pentingnya disiplin dalam proses pembelajaran. Disiplin diharapkan tumbuh dari kesadaran siswa untuk menghargai waktu, aturan kelas, guru, sesama siswa serta tanggung jawab sebagai peserta didik.

Dengan demikian, pembinaan kesiswaan tidak hanya berbicara tentang bagaimana siswa mematuhi tata tertib, tetapi juga bagaimana membentuk kebiasaan positif yang dapat mendukung suasana belajar di sekolah.

SMAN Harekakae menjadikan pembinaan secara berkala sebagai salah satu upaya untuk menanamkan budaya disiplin sejak dari ruang kelas. Sebab, sekolah yang tertib tidak hanya dibangun oleh banyaknya aturan, tetapi juga oleh kesadaran siswa untuk menjalankannya.

 

Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!