banner 728x250

Breaking news Dari Flores Mengabdi untuk TTU: Selamat Jalan Stefanus Paulus Paus Parera

banner 120x600
banner 468x60

Kefamenanu ,Radar Perbatasan– Ada orang yang lahir di sebuah tanah, tetapi memilih mengabdikan seluruh tenaga, pikiran, dan kasihnya untuk tanah yang lain. Begitulah kisah hidup Drs. Stefanus Paulus Paus Parera, sosok pemimpin yang berasal dari Bola, Kabupaten Sikka, Flores, namun menorehkan jejak pengabdian yang begitu berarti bagi masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Perjalanan hidupnya kini telah mencapai garis akhir. Pada Selasa, 14 Juli 2026, pukul 07.10 WITA, Stefanus Paulus Paus Parera mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Oesapa, Kota Kupang. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga besar, tetapi juga bagi masyarakat TTU yang pernah merasakan sentuhan kepemimpinan dan pengabdiannya.

banner 325x300

Almarhum lahir pada 19 Desember 1935 di Bola, Kabupaten Sikka. Dalam perjalanan hidupnya, beliau memilih jalan pengabdian sebagai abdi negara. Amanah besar kemudian dipercayakan kepadanya ketika memimpin Kabupaten Timor Tengah Utara sebagai Bupati periode 1985–1990.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan pada masa itu, Stefanus Paulus Paus Parera dikenal sebagai pribadi yang tenang, sederhana, dan mengedepankan kepentingan masyarakat. Kepemimpinannya menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah pemerintahan Kabupaten TTU. Meski waktu terus berganti dan generasi silih berganti, jejak pengabdiannya tetap menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Biinmaffo.

Kabar wafatnya menyebar dengan cepat dan mengundang ungkapan belasungkawa dari berbagai kalangan. Doa-doa dipanjatkan, kenangan kembali dikenang, dan rasa hormat mengalir sebagai penghargaan atas dedikasi seorang pemimpin yang telah mempersembahkan sebagian besar hidupnya untuk melayani masyarakat.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, jenazah almarhum disemayamkan di Kota Kupang pada Selasa, 14 Juli 2026. Selanjutnya, pada Rabu, 15 Juli 2026, jenazah diberangkatkan menuju Kefamenanu agar masyarakat, para sahabat, dan seluruh pelayat dapat memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang pernah memimpin daerah ini dengan penuh tanggung jawab.

Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026, di Kefamenanu.

Kepergian Stefanus Paulus Paus Parera menjadi pengingat bahwa jabatan hanyalah amanah yang memiliki batas waktu, tetapi pengabdian yang tulus akan terus hidup melampaui usia. Seorang pemimpin boleh berpulang, namun nilai-nilai keteladanan, kerja keras, dan pengorbanannya akan tetap dikenang oleh mereka yang pernah merasakan buah dari pengabdiannya.

Dari tanah Flores, beliau datang mengabdikan diri di Bumi Biinmaffo. Dari TTU, beliau meninggalkan jejak sejarah yang akan selalu menjadi bagian dari perjalanan daerah ini. Kini tugasnya telah usai. Sang pelayan rakyat telah kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan.

Selamat jalan, Drs. Stefanus Paulus Paus Parera. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdianmu bagi Kabupaten Timor Tengah Utara. Semoga Tuhan Yang Maharahim mengampuni segala dosa dan kekhilafanmu, menerima jiwamu dalam damai abadi di rumah-Nya, serta menguatkan dan menghibur seluruh keluarga yang ditinggalkan. Pengabdianmu akan tetap hidup dalam kenangan dan sejarah TTU.

(V.Sintu Lopez)

banner 325x300
error: Content is protected !!