banner 728x250

Bertemu Anak-Anak Istimewa di SLB Bintan, Hafizha: Mereka Tak Pernah Mengeluh, Justru Menguatkan

Dalam rangka Hari Ibu ke-97, Ketua TP PKK Bintan memilih merayakan kasih sayang dengan cara sederhana tapi penuh makna: berbagi tawa dan semangat bersama siswa SLB Negeri Bintan

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Bintan – Momentum Hari Ibu ke-97 tahun 2025 dimaknai dengan cara berbeda oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani Putri. Bukan seremoni megah atau pidato panjang, Hafizha justru memilih datang langsung ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bintan di Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara, tempat di mana keikhlasan, ketulusan, dan semangat hidup bertemu dalam bentuk paling jujur.

Kunjungan itu berlangsung hangat sejak awal. Senyum, tawa, dan sapaan polos para siswa menyambut Hafizha yang datang dengan penuh antusias. Dia menyapa satu per satu, berbincang ringan, dan membaur tanpa sekat. Bagi Hafizha, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda, melainkan sumber energi yang menenangkan.

banner 325x300

“Jadi hari ini khusus ibu datang ke sini, ketemu dengan anak-anak ibu yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Anak-anak ibu semangat semua ya,” ucap Hafizha, disambut riuh suara ceria dan senyum tulus para siswa.

Tak hanya berbagi kebahagiaan, Hafizha juga menyerahkan bantuan berupa tas sekolah, buku, alat tulis, hingga tumbler kepada 95 peserta didik SLB Negeri Bintan. Mereka terdiri dari 1 siswa TKLB, 51 siswa SDLB, 24 siswa SMPLB, dan 19 siswa SMALB. Bantuan sederhana, namun sarat makna, sebuah bentuk perhatian yang menyentuh kebutuhan sekaligus perasaan.

Di sela kegiatan, Hafizha menyampaikan pandangannya tentang anak-anak berkebutuhan khusus yang menurutnya justru memiliki kekuatan luar biasa. Dia menyebut mereka sebagai pembangkit semangat paling jujur, karena menjalani hidup tanpa keluhan, tanpa banyak tuntutan.

“Tidak pernah sekali pun mereka mengeluh. Justru di situ salah satu keistimewaan mereka,” ujarnya.

Lebih jauh, Hafizha menegaskan bahwa anak-anak istimewa ini bukan kelompok yang harus dikasihani, melainkan generasi yang layak diberi ruang, dukungan, dan kepercayaan. Mereka, kata Hafizha, adalah bagian dari generasi emas bangsa di masa depan.

“Generasi istimewa yang menjadi bagian dari generasi emas bangsa,” pungkasnya.

Di Hari Ibu ini, pesan yang tertinggal bukan sekadar tentang peran seorang ibu, melainkan tentang cara belajar mencintai kehidupan dari mereka yang sering kali dianggap “berbeda”. Karena dari anak-anak SLB Negeri Bintan, kita diingatkan: kekuatan sejati kadang hadir dalam diam, senyum, dan ketulusan yang tak pernah mengeluh.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!