banner 728x250

Bertahun-tahun Kesulitan Air Bersih, Warga Sukamaju Leuwidamar Minta Pemerintah Hadir: Jangan Hanya Janji Saat Butuh Suara

banner 120x600
banner 468x60

LEBAK — Minggu, (6/09/2026) Di tengah gencarnya berbagai program pembangunan dan infrastruktur pemerintah, persoalan kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Keluhan tersebut kali ini datang dari sejumlah masyarakat Kampung Sukamaju, Desa Jalupang Mulya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Warga mengaku hingga kini masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

banner 325x300

Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan. Sebab, air bersih bukanlah fasilitas mewah, melainkan kebutuhan dasar masyarakat yang seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah.

Menurut sejumlah warga, pada kondisi tertentu ketersediaan air bahkan sangat terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja mereka harus berusaha mencari sumber air yang tersedia. Bahkan, untuk kebutuhan ibadah seperti berwudhu pun terkadang air tidak tersedia.

“Kami bukan meminta jalan poros diperbaiki atau pembangunan besar-besaran. Kami tahu itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kami hanya meminta tolong agar pemerintah membantu menyediakan air bersih, misalnya sumur bor di beberapa titik di kampung kami. Itu sudah lebih dari cukup bagi kami,” ungkap salah seorang warga dengan nada lirih dan penuh harap.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran betapa sederhana sebenarnya harapan masyarakat. Mereka tidak menuntut pembangunan megah, tetapi meminta pemerintah menghadirkan solusi terhadap kebutuhan yang sangat mendasar.

Warga berharap perhatian tidak hanya datang dari tingkat pemerintahan desa, tetapi juga Kecamatan Leuwidamar, Pemerintah Kabupaten Lebak hingga Pemerintah Provinsi Banten agar persoalan air bersih di wilayah tersebut dapat segera ditindaklanjuti.

Jangan sampai pembangunan hanya terlihat dari beton dan bangunan, sementara kebutuhan dasar masyarakat justru luput dari perhatian.

Lebih jauh, warga juga mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menyerap dan merealisasikan aspirasi masyarakat. Menurut mereka, masyarakat sudah terlalu sering mendengar berbagai program dan janji pembangunan, namun yang paling mereka butuhkan justru belum kunjung terealisasi.

“Jangan hanya datang memberikan harapan atau mengiming-imingi kami ketika legislatif membutuhkan dukungan. Kami butuh bukti nyata, bukan sekadar janji. Kalau memang pemerintah peduli kepada masyarakat kecil, tolong buktikan dengan menghadirkan air bersih,” ujar warga lainnya. pada Minggu 6 September 2026.

Keluhan tersebut tentu layak menjadi perhatian serius. Sebab, persoalan air bersih menyangkut langsung kehidupan masyarakat, mulai dari kebutuhan minum, memasak, mandi, hingga kebutuhan ibadah.

Pemerintah desa, kecamatan, Pemkab Lebak maupun Pemprov Banten diharapkan tidak saling menunggu dan melempar kewenangan. Jika persoalan tersebut memang berada di luar kemampuan pemerintah desa, maka semestinya dapat segera dikoordinasikan kepada pemerintah di tingkat yang lebih tinggi untuk dicarikan solusi.

Sumur bor di beberapa titik mungkin bukan proyek bernilai fantastis. Namun bagi warga Sukamaju yang kesulitan air, satu sumur bor bisa jauh lebih berarti daripada pembangunan yang tidak menyentuh kebutuhan mereka secara langsung.

Awak media mendorong pihak terkait untuk turun langsung ke lapangan, melihat kondisi masyarakat Kampung Sukamaju dan melakukan pendataan kebutuhan air bersih secara nyata, bukan hanya berdasarkan laporan administratif di atas meja.

Sebab, masyarakat tidak membutuhkan seremoni.
Mereka membutuhkan air.
Dan pertanyaannya sekarang, sampai kapan warga Kampung Sukamaju harus menunggu pemerintah benar-benar hadir?

Tim Awak akan terus mengawal persoalan ini dan meminta pihak terkait memberikan penjelasan serta langkah konkret atas keluhan masyarakat tersebut.

(DR)

banner 325x300
error: Content is protected !!