banner 728x250

Bentrokan Berdarah di Setokok – Batam , Dua Orang Tewas Ditembak !! Eduard Kamaleng Desak Polisi Usut Tuntas

banner 120x600
banner 468x60

BATAM — Konflik lahan di kawasan Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam, kembali memanas.

Bentrokan yang terjadi Senin (14/9/2026) sore dilaporkan menewaskan dua orang setelah terjadi aksi penembakan dalam konflik antara pihak-pihak yang berselisih.

banner 325x300

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Trans Barelang, tidak jauh dari kawasan Korps Marinir, Setokok.

Informasi awal menyebut bentrokan berkaitan dengan persoalan sengketa lahan yang selama ini menjadi sumber ketegangan di kawasan tersebut.

Berbeda dari bentrokan yang umumnya identik dengan penggunaan batu atau bom molotov, insiden kali ini dilaporkan melibatkan senjata api jenis senapan angin.

Dua orang dilaporkan meninggal dunia setelah terkena tembakan.

Namun, kronologi lengkap kejadian, identitas seluruh pihak yang terlibat, jenis senjata yang digunakan, serta pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi aparat kepolisian.

Peristiwa berdarah tersebut mendapat perhatian tokoh NTT di Batam, Eduard Kamaleng, SH., MH.

Ia mendesak aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada penanganan peristiwa bentrokan semata.

Eduard secara khusus meminta Kapolres dan Kapolda segera memeriksa Suherman, yang disebutnya sebagai Ketua Lang Laut.

Menurut Eduard, Suherman disebut berada di pihak perusahaan yang melakukan pemagaran di kawasan lahan yang menjadi objek sengketa di Setokok.

Atas informasi tersebut, Eduard meminta aparat penegak hukum menelusuri secara menyeluruh posisi dan peran setiap pihak dalam konflik, termasuk latar belakang sengketa lahan yang kemudian berujung pada bentrokan dan jatuhnya korban jiwa.

“Saya meminta Kapolres dan Kapolda segera menangkap Suherman dan mengusut persoalan ini secara tuntas,” tegas Eduard.

Radar Perbatasan menekankan bahwa permintaan tersebut merupakan pernyataan dan desakan dari Eduard Kamaleng. Adapun mengenai dugaan keterlibatan atau kesalahan pihak tertentu, hal tersebut masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan aparat penegak hukum.

Konflik Lahan Tak Boleh Berujung Korban Jiwa

Jatuhnya dua korban jiwa membuat konflik lahan di Setokok memasuki persoalan serius.

Sengketa mengenai penguasaan atau pemanfaatan lahan semestinya diselesaikan melalui mekanisme hukum dan dialog, bukan dengan kekerasan.

Karena itu, aparat kepolisian dituntut segera mengungkap secara terang apa yang terjadi di lokasi kejadian: siapa saja yang terlibat, bagaimana bentrokan bermula, senjata apa yang digunakan, siapa yang melakukan penembakan, serta apa yang menjadi pemicu utama peristiwa tersebut.

Selain penanganan aspek pidana, status dan dasar penguasaan lahan yang menjadi sumber konflik juga perlu diperjelas.

Penyelesaian akar persoalan menjadi penting agar konflik tidak kembali pecah dan menimbulkan korban berikutnya.

Hingga berita ini diturunkan, keterangan resmi kepolisian mengenai kronologi lengkap kejadian, identitas kedua korban, pihak-pihak yang diamankan maupun status hukum mereka masih dinantikan.

Radar Perbatasan akan terus memantau perkembangan kasus tersebut dan memperbarui informasi berdasarkan keterangan resmi dari aparat penegak hukum.

Laporan : Sebastian

banner 325x300
error: Content is protected !!