SABU RAIJUA — Bagi generasi muda di daerah kepulauan, kesempatan menempuh pendidikan tinggi sering kali berhadapan dengan persoalan biaya dan jarak.
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua kini mendorong agar persoalan tersebut tidak menjadi penghalang bagi anak-anak daerah untuk meraih pendidikan tinggi.
Bupati Sabu Raijua , Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M., memperjuangkan tambahan dukungan beasiswa bagi mahasiswa PSDKU Politeknik Negeri Jember (Polije) Kampus 6 Sabu Raijua.
Upaya ini diarahkan untuk memperkuat akses pendidikan vokasi sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi putra-putri Sabu Raijua agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi dengan beban biaya yang lebih ringan.
Kehadiran PSDKU Polije di Sabu Raijua menjadi salah satu langkah penting dalam mendekatkan perguruan tinggi kepada masyarakat.
Anak-anak daerah memiliki kesempatan memperoleh pendidikan vokasi di daerah sendiri, tanpa harus menghadapi seluruh konsekuensi biaya ketika harus
menempuh pendidikan di luar pulau.
Di sisi lain, keberadaan perguruan tinggi di daerah perlu diikuti dengan dukungan pembiayaan yang memadai. Karena itu, Pemkab Sabu Raijua terus mendorong penguatan skema beasiswa, termasuk melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Dalam pengembangan PSDKU Polije di Sabu Raijua, afirmasi KIP Kuliah juga tercatat sebagai salah satu usulan prioritas dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Sebelumnya, Pemkab Sabu Raijua telah memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa baru angkatan pertama pada 2025.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pendidikan tinggi di wilayah kepulauan tersebut.
Kini, perjuangan untuk mendapatkan tambahan dukungan beasiswa menjadi langkah lanjutan agar akses pendidikan tinggi semakin terbuka.
Persoalannya bukan semata-mata berapa banyak mahasiswa yang dapat masuk perguruan tinggi, tetapi bagaimana mereka dapat memperoleh kesempatan yang setara untuk menjalani dan menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.
Bagi Sabu Raijua, investasi pendidikan memiliki arti strategis. Sumber daya manusia yang terdidik dan memiliki kompetensi dibutuhkan untuk mengisi berbagai sektor pembangunan daerah pada masa mendatang.
Dengan memperkuat PSDKU dan dukungan beasiswa, pemerintah daerah berupaya membangun ekosistem pendidikan yang memungkinkan anak-anak Sabu Raijua tumbuh dan memperoleh kompetensi tanpa harus kehilangan keterikatan dengan daerah asalnya.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi diharapkan bukan hanya membuka pintu bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar, tetapi juga menjadi jalan bagi lahirnya generasi yang kelak kembali memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sabu Raijua.
Pendidikan menjadi investasi jangka panjang untuk memastikan pembangunan daerah tidak hanya ditopang oleh sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya.
Editor : Boni Atolan

















