banner 728x250

Beasiswa Jadi Jalan Anak Sabu Raijua Kuliah, Diaspora Sabu di Malaka Dukung Gebrakan Bupati Krisman

banner 120x600
banner 468x60

MALAKA —17 September 2026

Pendidikan menjadi salah satu jalan paling strategis untuk memutus keterbatasan dan menyiapkan masa depan sebuah daerah. Karena itu, kebijakan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua memperkuat akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa mendapat dukungan dari Diaspora Sabu yang berada di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

banner 325x300

Dukungan tersebut disampaikan Diaspora Sabu di Kabupaten Malaka, Frans Haba Radja, yang menilai kebijakan Bupati Sabu Raijua Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M., memberikan perhatian serius terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan formal.

Menurut Frans, pemberian beasiswa bagi anak-anak Sabu bukan sekadar membantu mahasiswa membiayai pendidikan. Lebih dari itu, kebijakan tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Sabu yang memiliki pengetahuan, kompetensi dan keterampilan untuk kembali membangun daerah.

“Pemberian beasiswa bagi anak-anak Sabu membuktikan Bupati Krisman sangat memperhatikan dan mencintai rakyatnya, terutama dalam hal pembangunan SDM,” kata Frans.

Ia berharap program beasiswa tersebut tidak berhenti pada jumlah penerima yang ada saat ini, tetapi terus diperluas sehingga semakin banyak anak-anak Sabu mendapat kesempatan mengenyam pendidikan tinggi dalam berbagai disiplin ilmu.

“Kalau bisa program beasiswa terus diperluas bagi anak-anak Sabu di berbagai disiplin ilmu agar kelak bisa kembali membangun daerah,” ujarnya.

Frans mengatakan, pembangunan SDM tidak hanya dapat dilakukan melalui pendidikan formal. Pemerintah juga perlu memperkuat pendidikan nonformal dan pelatihan keterampilan agar generasi muda memiliki kemampuan praktis yang sesuai dengan potensi daerah.

“Selain pendidikan formal, kita juga dorong pemerintah untuk memperhatikan pendidikan nonformal bagi anak-anak Sabu agar memiliki keterampilan untuk percepatan membangun Sabu,” katanya.

Dorong Anak Sabu Kuasai Keahlian Kelautan
Frans secara khusus menyoroti potensi Sabu Raijua di bidang kelautan.

Menurut dia, kekayaan potensi kelautan harus diikuti dengan penyiapan SDM yang memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang tersebut.

“Potensi Sabu di bidang kelautan, sehingga perlu didorong anak-anak untuk belajar di bidang itu sehingga kelak mereka bisa memiliki keahlian dan keterampilan untuk membangun di bidang kelautan,” jelasnya.

Menurut Frans, pendidikan yang diarahkan sesuai dengan potensi daerah akan memberikan manfaat jangka panjang.

Anak-anak Sabu tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga diharapkan memiliki keahlian yang dapat diterapkan untuk mengembangkan berbagai sektor potensial di daerah.

Karena itu, ia berharap kebijakan pembangunan SDM melalui pendidikan mendapat dukungan bersama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga legislatif.

“Kita harapkan gebrakan yang dilakukan Bupati Sabu saat ini untuk membangun SDM perlu mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk DPRD Sabu Raijua mengalokasikan anggaran untuk membangun SDM melalui pendidikan formal dan nonformal untuk percepatan pembangunan Sabu,” tegas Frans.

Beasiswa dan PSDKU Dekatkan Pendidikan Tinggi

Upaya memperluas akses pendidikan tinggi di Sabu Raijua sebelumnya juga diarahkan melalui keberadaan PSDKU Politeknik Negeri Jember (Polije) Kampus 6 Sabu Raijua.

Kehadiran kampus tersebut memberikan peluang bagi anak-anak daerah untuk memperoleh pendidikan vokasi tanpa harus sepenuhnya meninggalkan daerah asal untuk menempuh pendidikan tinggi.

Di tengah kondisi geografis Sabu Raijua sebagai wilayah kepulauan, keberadaan perguruan tinggi di daerah dan dukungan beasiswa menjadi dua hal yang saling melengkapi. Kampus mendekatkan akses pendidikan, sementara beasiswa membantu mengurangi hambatan pembiayaan.

Pemkab Sabu Raijua juga telah memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa baru angkatan pertama pada 2025.

Kini, pemerintah daerah kembali memperjuangkan tambahan dukungan beasiswa bagi mahasiswa PSDKU Polije, termasuk mendorong penguatan afirmasi melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Bagi Frans, kesinambungan kebijakan tersebut penting agar semakin banyak anak Sabu memperoleh kesempatan pendidikan yang layak.

Pembangunan SDM, katanya, pada akhirnya harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Generasi yang memperoleh pendidikan dan keterampilan diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi kelak mampu menjadi bagian dari kekuatan yang menggerakkan pembangunan Sabu Raijua.

Dengan demikian, beasiswa bukan hanya soal membiayai seseorang sampai menyandang gelar. Beasiswa adalah jalan untuk menyiapkan manusia Sabu yang berpengetahuan, terampil dan memiliki kemampuan untuk kembali mengabdi serta membangun daerahnya.

Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!