banner 728x250

Batam 196 Tahun: Dari Nong Isa ke F-16, Kota Ini Siap Ngebut ke Masa Depan

Upacara Hari Jadi Batam bukan sekadar seremoni. Ia menjadi penanda ambisi besar menjadikan Batam kota unggul, kompetitif, dan makin ramah warganya

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Batam – Batam sedang berulang tahun. Usianya sudah 196 tahun, usia yang cukup matang untuk tidak sekadar bernostalgia, tapi juga berani memancang target ke depan. Pada Kamis, 18 Desember 2025, semangat itu terasa kuat di Dataran Engku Putri, Batam Centre, saat Upacara Peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-196 digelar dengan khidmat.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, tampak hadir dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, sebagai Inspektur Upacara. Hadir pula unsur Forkopimda Kota Batam serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

banner 325x300

Dengan mengusung tema “Batam Unggul dan Berdaya Saing”, peringatan HJB tahun ini menjadi semacam pernyataan sikap: Batam siap melangkah ke era baru yang lebih modern, lebih kompetitif, dan, yang terpenting, lebih berpihak pada kesejahteraan masyarakatnya.

Dalam amanatnya, Amsakar Ahmad menegaskan bahwa Hari Jadi Batam bukan sekadar rutinitas tahunan. Momentum ini, kata dia, adalah ruang refleksi untuk mengenang perjuangan Nong Isa, tokoh sentral dalam sejarah lahirnya Batam, sekaligus titik tolak menatap masa depan dengan optimisme.

“Peringatan HJB bukan hanya seremoni. Ini momentum penting untuk mengenang sejarah sekaligus mengajak seluruh masyarakat memeriahkan dan ikut memiliki perjalanan Batam ke depan,” ujar Amsakar.

Lebih jauh, Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya menjadikan Batam sebagai kota modern dan harmonis, yang mampu bersaing di level regional hingga nasional. Komitmen itu diterjemahkan secara konkret melalui 15 program prioritas unggulan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam bersama Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra.

Program-program tersebut menyentuh kebutuhan paling dasar hingga penguatan masa depan kota. Mulai dari optimalisasi pelayanan air bersih, penanganan banjir, hingga pengobatan gratis bagi warga ber-KTP Batam dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. UMKM pun tak luput dari perhatian, lewat skema pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta.

Di sektor pendidikan dan sosial, Pemko Batam menyiapkan seragam sekolah gratis untuk siswa baru SD dan SMP, bantuan bagi lansia, peningkatan pelatihan tenaga kerja dan industri kreatif, serta beasiswa perguruan tinggi bagi masyarakat hinterland dan siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu.

Tak berhenti di situ, rencana penataan transportasi publik terintegrasi, percepatan pembangunan jalan lingkar, pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan, pembangunan sekolah dan ruang kelas baru, hingga peningkatan investasi dan destinasi MICE juga masuk dalam daftar prioritas.

Perayaan Hari Jadi Batam ke-196 sendiri digelar lewat rangkaian kegiatan yang panjang dan beragam. Dimulai dengan doa dan tahlilan bersama di Masjid At-Taqwa Nongsa, dilanjutkan ziarah ke makam Nong Isa di Kampung Nongsa Pantai, Sambau, pada 12 Desember 2025.

Batam kemudian “mengayuh” semangat kebersamaan lewat kegiatan Batam Bersepeda pada 14 Desember, yang diikuti lebih dari 2.000 pesepeda. Puncaknya, selain upacara resmi, masyarakat disuguhi atraksi udara spektakuler Batam Solidarity Airshow 2025.

Dua pesawat tempur F-16 melintas gagah di langit Batam, ditemani atraksi paramotor dan terjun payung dari Lanud Hang Nadim Batam. Selama satu setengah jam, dari pukul 09.00 hingga 10.30 WIB, langit Batam seolah ikut merayakan ulang tahun kota ini.

Rangkaian acara masih berlanjut dengan Rapat Paripurna Hari Jadi Batam di Gedung DPRD Kota Batam, Pawai Budaya yang diikuti sekitar 5.000 peserta pada 20 Desember 2025, hingga malam resepsi serta bazar kuliner dan UMKM.

Menariknya, perayaan ini juga dibingkai dengan semangat solidaritas. Panitia menyediakan area HJB Batam Solidarity for Sumatera, tempat masyarakat dapat berdonasi melalui QRIS untuk membantu warga Sumatera yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Di usia ke-196 ini, Batam tampaknya ingin berkata satu hal: kota ini tak hanya sibuk merayakan masa lalu, tapi juga sedang menyiapkan diri untuk berlari lebih kencang menuju masa depan.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Fik

banner 325x300
error: Content is protected !!