banner 728x250

Bandeng Air Tawar Kleseleon Bikin Heboh, Kadis Perikanan Malaka Dorong Jadi Model Ketahanan Pangan

Bandeng Biasanya di Air Payau, OMK Kleseleon Malaka Justru Panen dari Air Tawar!

banner 120x600
banner 468x60

MALAKA — Siapa bilang ikan bandeng hanya bisa dibudidayakan di air payau?

Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kleseleon, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), justru membuktikan hal berbeda.

banner 325x300

Bandeng yang selama ini identik dengan tambak air payau berhasil dibudidayakan di air tawar dan kini telah memasuki masa panen.

Hasil panen tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Malaka. Bukan semata karena ikan yang dipanen terlihat gemuk dan berkembang baik, tetapi karena pola budidayanya dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu model pemanfaatan lahan bagi penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malaka, Yan Tae Seran, ST, mengatakan keberhasilan OMK Kleseleon merupakan sebuah inovasi yang layak dikembangkan lebih luas.

“Ikan bandengnya gemuk-gemuk. Ini adalah inovasi, karena selama ini orang tahu bahwa bandeng itu identik dengan air payau, tetapi ini di air tawar dan hasilnya sangat gemuk-gemuk,” ujar Yan Tae Seran dalam kegiatan panen tersebut.

Menurutnya, keberhasilan itu jangan berhenti sebagai sebuah kegiatan percontohan di Paroki Kleseleon.

Ia mendorong agar model serupa dapat dikembangkan di wilayah lain yang memiliki lahan dan sumber daya air yang mendukung.

“Ini kita harapkan inovasi seperti ini tidak hanya ada di OMK Paroki Kleseleon, tetapi ada di semua OMK di setiap paroki,” katanya.

Bukan Sekadar Panen Ikan

Bagi Yan Tae, budidaya ikan memiliki nilai strategis apabila dikembangkan secara serius oleh masyarakat.

Kegiatan tersebut bukan hanya menghasilkan pangan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga.

Budidaya ikan air tawar juga dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan bergizi masyarakat, termasuk membuka peluang keterlibatan pembudidaya lokal dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Selain mengangkat gizi keluarga, juga membangkitkan ekonomi keluarga,” jelasnya.

Karena itu, masyarakat didorong untuk melihat potensi lahan yang tersedia secara lebih produktif.

Tidak hanya untuk pertanian, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk budidaya perikanan sesuai kondisi lingkungan dan kemampuan masyarakat.

Dinas Perikanan Siapkan Dukungan Bibit

Pemkab Malaka melalui Dinas Perikanan juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha budidaya ikan secara berkelompok.

Menurut Yan Tae, masyarakat yang memiliki lahan dan berminat dapat membentuk kelompok budidaya.

Kelompok tersebut kemudian didata agar dapat diinput ke dalam sistem dan memperoleh pendampingan maupun dukungan program dari pemerintah.

“Bibit nanti disiapkan oleh dinas. Caranya dengan membuat kelompok supaya bisa dimasukkan ke dinas dan diinput ke dalam sistem,” ujarnya.

Kelompok budidaya dapat dibentuk dengan anggota sekitar 10 hingga 20 orang. Dengan pola tersebut, pemerintah akan lebih mudah memberikan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat.

Tak Hanya untuk OMK dan Kelompok Gereja

Yan Tae menegaskan, peluang pengembangan budidaya ikan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi OMK atau komunitas gereja.

Masyarakat umum yang memiliki lahan dan kemauan untuk mengembangkan budidaya ikan juga dipersilakan membentuk kelompok.

“Harapan kami, ini langkah yang bagus bahwa seluruh lapisan masyarakat, baik dari pemuda, gereja, bahkan dari muslim yang memiliki lahan, silakan membentuk kelompok. Kami dari dinas siap mendampingi,” tegasnya.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam budidaya ikan, semakin besar pula peluang memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka sumber ekonomi baru di tingkat keluarga.

Kleseleon Bisa Jadi Pemantik

Panen bandeng air tawar OMK Paroki Kleseleon dengan demikian tidak berhenti pada hasil produksi semata.

Keberhasilan tersebut dapat menjadi pemantik bagi masyarakat Malaka untuk berani mencoba pola-pola budidaya yang sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.

Apalagi, pengembangan sektor perikanan sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (SBS-HMS), pengembangan potensi masyarakat di bidang pangan diharapkan terus mendapat ruang untuk tumbuh dari tingkat kelompok hingga menjadi usaha ekonomi produktif.

Dari sebuah kolam sederhana di Kleseleon, ada pesan penting yang bisa dipetik: ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari program besar.

Ia bisa tumbuh dari keberanian masyarakat mencoba, mengelola lahan yang ada, dan mengubahnya menjadi sumber pangan sekaligus sumber penghasilan.

Kini, tantangannya adalah bagaimana keberhasilan OMK Kleseleon tidak berhenti sebagai cerita satu kali panen, tetapi benar-benar menular ke kelompok-kelompok masyarakat lainnya di Kabupaten Malaka.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!