Kefamenanu
Kesedihan mendalam dirasakan Marcelinus Janden Dasi Mau, yang akrab disapa Marsel, setelah melihat kondisi anak kandungnya, Petrus Jenever Rasyid Mau (Peter Mau), yang diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan BTN Km 9, tepatnya di depan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Marsel mengaku sangat terpukul melihat kondisi anaknya setelah peristiwa yang terjadi pada Selasa malam tersebut. Sebagai seorang ayah, ia berharap aparat kepolisian dapat segera menangani perkara itu secara serius dan memprosesnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Menurut Marsel, dirinya dan keluarga tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Ia hanya berharap proses hukum berjalan secara adil sehingga pihak keluarga mendapatkan kepastian dan rasa keadilan.
“Kita hanya ingin hukum berjalan sehingga rasa keadilan bagi kami benar-benar ada,” ungkap Marsel kepada media, Kamis (3/9/2026).
Ia mengatakan, anaknya datang ke TTU dengan tujuan menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Namun, dirinya sangat menyayangkan apabila anaknya justru mengalami tindakan kekerasan ketika sedang menjalani aktivitas sebagai mahasiswa.
“Anak saya datang untuk kuliah dan bisa diperlakukan seperti ini. Apalagi saat ini anak saya sementara PPL,” tutur Marsel dengan nada sedih.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, dugaan pengeroyokan tersebut terjadi di kawasan BTN Km 9, tepatnya di depan Rusunawa Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, TTU, pada Selasa malam sekitar pukul 20.30 WITA.
Akibat kejadian tersebut, Peter Mau dilaporkan mengalami sejumlah luka pada bagian wajah dan kepala hingga membutuhkan penanganan medis.
Pihak keluarga kemudian berharap aparat kepolisian dapat segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk mengungkap kronologi kejadian, meminta keterangan para saksi, serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
Marsel menegaskan bahwa keluarga menyerahkan proses tersebut kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, yang paling penting adalah kasus tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut dan seluruh prosesnya dilakukan secara profesional, transparan, serta berdasarkan hukum yang berlaku.
“Kami hanya ingin keadilan. Kami percaya kepada aparat kepolisian agar kasus ini segera ditindaklanjuti dan diproses sesuai hukum,” harapnya.
Keluarga juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi kepada mahasiswa maupun masyarakat lainnya yang berada di kawasan tersebut. Mereka meminta adanya perhatian terhadap aspek keamanan di sekitar Rusunawa dan kawasan BTN Km 9.
Hingga berita ini ditayangkan, proses penanganan perkara dan keterangan resmi dari pihak kepolisian masih menjadi bagian penting untuk mengungkap secara terang kronologi serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut.
Editor: Jery Manek

















