banner 728x250

Asep Mulyana Panglima Badak Banten Perjuangan Kecam Keras Dugaan Perlakuan RS Misi terhadap Ibunda King Naga: Yayasan Yatna Yuana Kasih dan Keuskupan Bogor Diminta Segera Ganti Direktur RS Misi Lebak

banner 120x600
banner 468x60

 

LEBAK, BANTEN — Asep Mulyana, Panglima Badak Banten Perjuangan, mengecam keras dugaan perlakuan yang dialami ibunda King Naga di Rumah Sakit (RS) Misi Lebak. Ia mendesak manajemen rumah sakit, Yayasan Yatna Yuana Kasih, serta Keuskupan Bogor untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan dan kepemimpinan rumah sakit tersebut.

banner 325x300

Asep Mulyana menegaskan bahwa rumah sakit merupakan institusi pelayanan publik yang harus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, profesionalisme, empati, dan penghormatan terhadap hak setiap pasien tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi.

Menurutnya, apabila terdapat dugaan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar dan hak pasien, persoalan tersebut harus ditangani secara serius, transparan, dan bertanggung jawab.

“Pelayanan kesehatan menyangkut keselamatan, martabat, dan hak masyarakat. Jangan sampai ada pasien atau keluarga pasien yang merasa tidak mendapatkan perlakuan sebagaimana mestinya. Kami meminta persoalan ini diperiksa secara objektif dan terbuka,” tegas Asep Mulyana dalam pernyataan yang perlu dikonfirmasi sebelum dipublikasikan.

Asep Mulyana meminta Yayasan Yatna Yuana Kasih dan Keuskupan Bogor selaku pihak yang diminta memberikan perhatian terhadap persoalan ini agar tidak tinggal diam. Ia mendesak dilakukannya pemeriksaan internal secara menyeluruh, termasuk menelusuri kronologi kejadian, prosedur pelayanan, serta tanggapan manajemen rumah sakit terhadap keluhan keluarga pasien.

Ia juga meminta agar evaluasi tidak berhenti pada klarifikasi administratif semata. Apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran serius atau kegagalan kepemimpinan, pihak yang berwenang diminta mengambil tindakan tegas, termasuk mempertimbangkan pergantian Direktur RS Misi Lebak sesuai mekanisme yang berlaku.

“Jangan biarkan persoalan pelayanan kesehatan berlalu tanpa penyelesaian yang jelas. Jika memang ditemukan pelanggaran dan tanggung jawab manajemen tidak dijalankan dengan baik, evaluasi kepemimpinan harus dilakukan secara serius. Kepentingan pasien harus menjadi prioritas utama,” demikian tuntutan yang disampaikan dalam draf pernyataan ini.

Asep Mulyana menegaskan bahwa sikap kritis yang disampaikan bukan dimaksudkan untuk menghakimi pihak tertentu sebelum fakta terungkap, melainkan untuk mendorong penyelesaian yang adil dan memastikan hak pasien dihormati.

Ia berharap persoalan yang dialami ibunda King Naga dapat ditangani secara transparan, sehingga masyarakat memperoleh kepastian dan kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan tetap terjaga.”Tutupnya

 

Hkz

banner 325x300
error: Content is protected !!