ANAMBAS, Radar Perbatasan.com – Kepulauan Anambas tengah dilanda kecemasan menyusul kabar terputusnya pasokan air bersih hingga kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Keresahan ini mencuat ke publik setelah unggahan di media sosial menyoroti kondisi darurat yang dianggap sebagai “bencana” bagi warga setempat.
Kabar ini berawal dari postingan Dody Pribadi, admin grup Facebook BERITA SEPUTAR ANAMBAS (BSA), pada Jumat 26 Juni 2026. Dalam unggahannya, dia membeberkan kondisi lapangan yang membuat masyarakat setempat tertekan karena sulitnya mengakses kebutuhan dasar.
Poin Keluhan Warga
Melalui media sosial, Dody merinci deretan masalah yang kini mengepung Anambas:
• Krisis Air Bersih: Aliran air bersih dilaporkan terputus total.
• Kelangkaan Solar: Nelayan kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk melaut.
• Stok Pertalite Kosong: Pasokan BBM jenis Pertalite turut menghilang dari peredaran.
Tak hanya mengeluhkan kondisi tersebut, Dody melontarkan sindiran tajam kepada pihak terkait. “Asal jangan putus tali gas Cok… Selesai sudah,” tulisnya dalam unggahan yang langsung dibanjiri respons netizen.
Polemik Panic Buying dan Kritikan Pedas
Unggahan tersebut memicu perdebatan sengit di kolom komentar. Netizen bernama RamarasataO mencoba mendinginkan suasana dengan memperingatkan warga agar tidak terjebak dalam aksi panic buying.
Menurutnya, stok BBM di tingkat pengecer masih tersedia cukup untuk jangka pendek. Dia khawatir narasi kelangkaan justru akan dimanfaatkan pihak tertentu untuk menaikkan harga di tengah kondisi ekonomi warga yang sedang sulit.
Di sisi lain, kritik keras juga dialamatkan kepada para pemangku kebijakan. Pengguna bernama Tata Saputra secara terbuka mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap respons pemerintah daerah.
“Nasib kita bang, berharap dari bupati lah cuma, dewan yang ada di tempat kita pun macam tak peduli,” tulisnya dalam kolom komentar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas terkait solusi pemenuhan kebutuhan dasar tersebut. Warga berharap pemerintah segera turun tangan agar kelangkaan ini tidak melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat lebih jauh.
Editor: Budi Adriansyah

















