BINTAN, Radar Perbatasan.com – Senyum haru terpancar dari wajah kakek Kim Leng (90) tatkala menapaki hari-hari tuanya di hunian yang kini jauh lebih layak. Lansia yang akrab disapa Apek Aleng itu akhirnya dapat merasakan kenyamanan tinggal di rumah baru yang bersih dan aman setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.
Hunian impian tersebut merupakan buah dari program sosial ‘Bedah Rumah Merdeka’ yang digagas oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bintan. Aksi ini menandai pencapaian keenam kalinya bagi PWI Bintan bersama para donatur dalam menghadirkan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu secara konsisten selama lima tahun terakhir.
Tinggal seorang diri di Dusun III, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Apek Aleng sebelumnya harus melewatkan masa senjanya di rumah yang jauh dari kata layak. Namun, berkat kepedulian insan pers dan para mitra, rumah berukuran 6×6 meter kini berdiri kokoh, lengkap dengan dua kamar tidur, satu ruang tamu, dapur, serta fasilitas sanitasi berupa kamar mandi dan septic tank.
Inisiatif mulia ini turut mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Bintan. Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, yang hadir mewakili bupati, menyatakan rasa bangganya atas konsistensi para jurnalis dalam merawat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Apresiasi untuk rekan-rekan PWI Bintan semua. Keenam kalinya kepedulian rekan-rekan semua berhasil melakukan bedah rumah, bahkan ada yang dibangun dari awal. Dengan segala tantangan yang dihadapi, Alhamdulillah berhasil diselesaikan dan bisa dinikmati orang tua kita hari ini,” ujar Ronny, pada Jumat 4 September 2026.
Di sisi lain, Ketua PWI Bintan, Harjo Waluyo, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah ambil bagian. Proses pengerjaan yang memakan waktu hampir dua bulan itu akhirnya tuntas berkat solidnya kolaborasi antara PWI, mitra, dan para donatur.
“Hampir 2 bulan dan akhirnya rampung. Terima kasih untuk seluruh donatur dan semoga kebaikan serta kepedulian ini bisa terus berlanjut di kemudian hari,” pungkas Harjo.
Editor: Budi Adriansyah

















