banner 728x250

Golkar Kepri Memanas: BMK 1957 Semprot Penundaan Musda yang Dianggap “Semaunya Sendiri”

Penundaan mendadak Musda di Tanjungpinang dinilai mencederai demokrasi internal dan mempermalukan para kader daerah

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Tanjungpinang – Barisan Muda Kosgora (BMK) 1957 Provinsi Kepulauan Riau meledak. Organisasi sayap Partai Golkar itu menyatakan penolakan keras terhadap keputusan penundaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kepri yang mestinya digelar pada Minggu, 16 November, di Astol Hotel, Tanjungpinang. Keputusan yang jatuh dari langit ini sontak memanaskan suhu politik internal Golkar.

Ketua BMK 1957 Kepri, Jufri Helmi, tak menutupi kekesalannya. Dia menyebut penundaan yang datang tanpa alasan jelas sebagai tindakan yang tak mencerminkan profesionalitas, untuk tidak mengatakan semrawut.

banner 325x300

“Jangan permainkan kader di daerah. Musda bukan acara arisan yang bisa dibatalkan mendadak. Banyak kader sudah keluarkan biaya, sudah bersiap sejak jauh hari. Lalu tiba-tiba dibatalkan begitu saja? Ini jelas tidak menghargai perjuangan kami,” ujar Jufri, dengan nada tinggi yang sulit disalahkan.

Jufri mengingatkan, BMK 1957 sebagai representasi kaum muda Golkar tidak ingin partainya terkesan dikelola dengan cara-cara serampangan. Menurutnya, keputusan strategis seperti Musda seharusnya dijaga marwahnya, bukan diperlakukan seperti agenda sampingan.

“Golkar ini partai besar. Tapi bagaimana marwahnya mau terjaga kalau proses penting justru dibuat seperti dagelan?” katanya.

Kader Arus Bawah: “Kami Datang Jauh-Jauh, Tiba-tiba Dibatalkan? Ini Menyakitkan.”

Kekecewaan serupa juga mengalir dari kader arus bawah. Mereka menilai penundaan tanpa alasan kuat memberi sinyal buruk seolah-olah suara kader daerah tidak ada nilainya.

Beberapa kader bahkan menyebut keputusan itu sebagai bentuk “mempermainkan” mereka yang sudah terlanjur menempuh perjalanan dan biaya untuk hadir di Musda.

Menurut para kader, Musda merupakan forum tertinggi di tingkat provinsi, bukan pertemuan yang bisa ditunda hanya karena pertimbangan sepihak dari pusat.

Nama Rizki Faisal Menguat, Spekulasi Kian Liar

Dalam dinamika internal Golkar Kepri, satu nama memang sedang mencuat kuat: Rizki Faisal, anggota DPR RI yang dikenal dekat dengan akar rumput dan berpengalaman tiga periode di DPRD Kepri sebelum melenggang ke Senayan.

Meluasnya dukungan terhadap Rizki dituding sebagian pihak sebagai salah satu pemicu memanasnya situasi, terlebih setelah penundaan Musda memunculkan berbagai spekulasi liar, yang semuanya merugikan citra partai.

BMK 1957: Gelar Musda, Hentikan Manuver

BMK 1957 Kepri menuntut Musda segera dijadwalkan ulang tanpa manuver tambahan yang bisa memperkeruh situasi.

“Mau siapa pun yang maju, biarkan Musda yang menentukan. Golkar harus kembali pada prinsip demokrasi, bukan pada manuver-manuver di belakang layar,” tutup Jufri.

Dengan suasana internal yang makin panas, publik kini menunggu apakah DPP Golkar mampu memulihkan kepercayaan kader daerah, atau justru membiarkan drama ini semakin menumpuk di rak konflik internal partai.

Editor: Budi Adriansyah
Sumber: San

banner 325x300
error: Content is protected !!