banner 728x250

Gubernur NTT Melki Laka Lena Tegaskan Peran Lulusan Poltekkes dalam Percepatan NTT Bebas Stunting

banner 120x600
banner 468x60

Kupang, 16 Oktober 2025 —

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan pentingnya kontribusi tenaga kesehatan muda dalam mempercepat terwujudnya masyarakat sehat dan bebas stunting di NTT. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya saat menghadiri Wisuda Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Lulusan Profesi Ners, Sarjana Terapan Keperawatan, dan Ahli Madya Kesehatan Tahun Akademik 2024/2025 di Poltekkes Kemenkes Kupang, Kamis (16/10).

banner 325x300

Gubernur Melki menyebutkan bahwa keberadaan lulusan kesehatan memiliki peran strategis dalam pelaksanaan salah satu prioritas utama dari 10 Program Ayo Bangun NTT, yaitu pembangunan Posyandu Tangguh. Posyandu ini diharapkan menjadi pusat layanan primer lintas sektor yang berperan aktif dalam edukasi, pencegahan stunting, dan promosi hidup sehat sejak usia dini.

“Penanganan stunting bukan hanya soal medis, tapi menyangkut perubahan perilaku, pola makan bergizi, serta edukasi lintas bidang. Semua lulusan — dari gizi, kebidanan, keperawatan, farmasi, hingga sanitasi dan kesehatan gigi — punya tanggung jawab membangun budaya sehat di NTT,” tegas Gubernur Melki.

Ia juga mengapresiasi Poltekkes Kemenkes Kupang yang telah melahirkan tenaga kesehatan profesional yang tak hanya siap mengabdi di daerah, tetapi juga telah menunjukkan kiprah hingga ke luar negeri seperti Jepang dan Belanda. Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, akan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan kesehatan serta membuka peluang penempatan tenaga kesehatan ke tingkat nasional maupun internasional.

Dalam akhir sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena mengutip pesan inspiratif dari dr. Ben Mboi:

“Perlakukan setiap pasien seperti saudaramu sendiri.”
“Karena pelayanan kesehatan sejati bukan soal alat yang modern, tapi soal hati yang tulus dan empati dalam setiap tindakan,” ungkapnya.

Gubernur juga menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai saat mereka terjun langsung ke tengah masyarakat, atau yang ia sebut sebagai “kampus kehidupan”.

Editor : Boni Atolan

 

banner 325x300
error: Content is protected !!