Laenmanen, 13 Oktober 2025 –
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Laenmanen, Fernandes Ikun Maan, menggelar rapat koordinasi lintas sektor yang dihadiri berbagai unsur, termasuk Kapolsek, Kepala Puskesmas Uabau dan Nurobo, Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), koordinator pendamping, pendamping desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta tokoh agama dan adat. Rapat berlangsung di Laenmanen, Senin (13/10).
Dalam rapat tersebut, empat materi utama dibahas, yaitu pengolahan lahan gratis, stunting, pekerjaan fisik di desa, dan penerima bantuan PKH.
Pada pembahasan bidang pertanian, Plt Camat menegaskan pentingnya pengolahan lahan secara serius dengan penanaman jagung dan ubi. “Pengolahan lahan tidak boleh hanya sebatas menanam, tetapi harus dirawat dan dijaga hingga panen untuk menghasilkan hasil yang optimal,” ujarnya.
Untuk penanganan stunting, rapat menekankan kolaborasi antara Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di tingkat desa dan puskesmas. Program ini menargetkan anak-anak usia 0 sampai 5 tahun dengan pemantauan berkala melalui penimbangan berat badan setiap bulan untuk mengukur kemajuan kesehatan anak.
Mengenai pekerjaan fisik di desa, Plt Camat menyatakan bahwa mekanisme pengawasan telah diperketat. “Kami membentuk tim yang bertugas turun langsung memeriksa progres pekerjaan fisik agar sesuai dengan persentase yang direkomendasikan oleh Camat sebelum pencairan dana dilakukan,” jelas Fernandes.
Sementara itu, terkait penerima bantuan PKH, rapat membahas langkah inventarisasi nama-nama penerima yang sebelumnya menerima bantuan namun kemudian hilang dari daftar. Tim khusus telah dibentuk untuk melakukan verifikasi per desa agar bantuan PKH dapat diberikan kembali kepada warga yang berhak.
Rapat koordinasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar pihak terkait dalam mengatasi berbagai persoalan di wilayah Laenmanen, terutama dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menekan angka stunting, dan memastikan bantuan sosial tepat sasaran.****
Editor : Boni Atolan

















