banner 728x250

23 Tahun Provinsi Kepri Berdiri, Para Pejuang Berkumpul Kembali di Gedung Juang Tanjungpinang

Mereka mengenang masa perjuangan dan menyiapkan buku sejarah pembentukan Provinsi Kepulauan Riau sebagai warisan untuk generasi penerus

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Tanjungpinang – Setelah 23 tahun terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), para tokoh dan pejuang yang dulu berjuang mewujudkan provinsi ini kembali berkumpul dalam suasana haru dan penuh keakraban di Gedung Juang Yayasan Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR), Tepi Laut, Kota Tanjungpinang, pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Pertemuan itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembentukan tim penyusun Buku Sejarah Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau. Para pejuang yang kini telah menua saling bersalaman, bercanda, dan mengenang masa-masa perjuangan dua dekade silam. Tak sedikit di antara mereka yang kini hanya bisa dikenang karena telah berpulang ke Sang Pencipta.

banner 325x300

Ketua BP3KR Huzrin Hood tampak hadir memimpin pertemuan. Rambutnya kini telah memutih, jauh berbeda dengan sosoknya yang gagah saat memimpin massa pada Musyawarah Besar (Mubes) Rakyat Kepri 15 Mei 2002 hingga sidang paripurna DPR RI yang menetapkan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau pada 24 September 2002 melalui Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2002.

“Silaturahmi ini untuk membentuk tim penyusun buku sejarah Provinsi Kepulauan Riau. Mari kita bersama-sama membuat buku ini untuk anak cucu kita ke depan,” ujar Huzrin Hood dalam sambutannya.

Dia menekankan, buku tersebut akan menjadi pengingat sekaligus warisan berharga bagi generasi penerus tentang perjuangan panjang rakyat Kepulauan Riau.

“Semoga buku ini menjadi pengingat kita semua untuk terus bersatu menjaga amanah rakyat. Biarlah buku ini menjadi sejarah bagi para pejuang,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris BP3KR Sudirman Almun mengungkapkan bahwa proses penyusunan buku diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun. Dia mengajak semua pihak, terutama para tokoh pejuang, untuk memberikan masukan dan dukungan.

“Kami mohon doa dan pendapat dari semua pejuang agar buku ini benar-benar lengkap dan bermakna,” ujar Sudirman.

Ketua Tim Penulis Buku Sejarah Pembentukan Provinsi Kepri, Abdul Malik, menambahkan bahwa isi buku akan memuat banyak pandangan dan catatan penting tentang dinamika perjuangan, termasuk pertemuan bersejarah di Hotel Royal Palace (kini Comfort Hotel Tanjungpinang) pada 15 Mei 2002, yang menjadi titik awal kesepakatan pembentukan provinsi.

“Awalnya kita hanya membahas pemekaran kabupaten dan kota. Tapi tekad kami saat itu bulat: Kepulauan Riau harus menjadi provinsi sendiri,” kenang Abdul Malik.

Dukungan juga datang dari generasi muda BP3KR. Ketua GM BP3KR, Basyaruddin Idris atau akrab disapa Oom, menegaskan bahwa generasi muda akan terus melanjutkan semangat perjuangan para pendahulu.

“Kami sangat mendukung pembuatan buku ini. Semoga menjadi semangat baru dalam membangun Kepri ke depan,” ujarnya.

Pertemuan para pejuang di Gedung Juang Tanjungpinang ini bukan sekadar nostalgia. Lebih dari itu, menjadi momentum penting untuk menuliskan sejarah perjuangan rakyat Kepri agar tak lekang oleh waktu, sebuah pesan untuk generasi penerus agar senantiasa mencintai dan menjaga tanah kelahirannya.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!