Radar Perbatasan, Tanjungpinang – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang kembali memberikan apresiasi kepada mahasiswanya yang berhasil menorehkan prestasi hingga ke tingkat internasional. Sosok tersebut adalah Yovirga, mahasiswa aktif Kampus Biru yang juga merupakan prajurit TNI Angkatan Laut di satuan kerja Rumkital dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang.
Sejak tahun 2024, Yovirga mengikuti seleksi nasional untuk menjadi bagian dari pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertugas di wilayah konflik Lebanon. Dari hasil seleksi ketat tersebut, dia menjadi satu dari dua perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dinyatakan lolos.
“Saya mengikuti seleksi nasional, dan alhamdulillah, dari Provinsi Kepri saya menjadi satu dari dua personel yang lolos,” ujar Yovirga saat ditemui di Tanjungpinang, pada Rabu, 8 Oktober 2025.
Mengetahui dirinya akan menjalani masa persiapan dan penugasan selama lebih dari 1,5 tahun, Yovirga kemudian melapor ke pihak kampus untuk berdiskusi mengenai kelanjutan studinya. Respons kampus pun mengejutkan, bukan hanya memberikan izin, tetapi juga mencatat Yovirga sebagai peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Aksi Kemanusiaan selama tiga semester.
“Tanpa diduga, pihak kampus merespons dengan sangat baik. Saya dibantu, bahkan diapresiasi. Akhirnya saya bisa berangkat dengan tenang, melaksanakan tugas negara tanpa khawatir kuliah akan terkorban,” kata Yovirga.
Sementara itu, Ketua STIE Pembangunan Tanjungpinang, Charly, menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian mahasiswanya tersebut. Menurutnya, semangat Yovirga menjadi contoh nyata bahwa dedikasi terhadap negara dan dunia pendidikan dapat berjalan seiring.
“Semoga Pak Yovirga selalu diberi kesehatan selama menjalankan tugas. Kami di kampus menanti kepulangannya untuk berbagi pengalaman dan menjadi inspirasi bagi banyak anak muda di Tanjungpinang,” ujar Charly menutup pernyataannya.
Langkah Yovirga menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia, di mana pun berada, dapat berkontribusi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di panggung internasional sebagai duta perdamaian bangsa.
Editor: Budi Adriansyah

















